Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, H. Tamrin Butar Butar, S.Ag., S.Pd.I., memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada jamaah Majelis Taklim Al-Falah di Jalan Masjid, Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Sepuluh Adab Berdoa” sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tata cara berdoa sesuai tuntunan Islam. Jamaah mengikuti penyuluhan dengan antusias dan penuh kekhusyukan.
Dalam penyampaiannya, Tamrin Butar Butar menjelaskan bahwa doa merupakan ibadah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Menurutnya, doa tidak hanya menjadi sarana memohon kepada Allah SWT, tetapi juga mencerminkan ketundukan, keikhlasan, dan keyakinan seorang hamba kepada Rabb-Nya. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu memahami adab-adab berdoa agar doa yang dipanjatkan semakin bernilai di sisi Allah SWT.
Ia menguraikan sepuluh adab berdoa yang dianjurkan dalam syariat Islam, di antaranya memulai dengan memuji Allah SWT, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, berdoa dengan penuh keyakinan, merendahkan diri, menghindari tergesa-gesa, memilih waktu-waktu mustajab, mengonsumsi rezeki yang halal, serta menutup doa dengan pujian kepada Allah SWT dan shalawat. Menurutnya, adab-adab tersebut menjadi penyempurna dalam memanjatkan doa kepada Allah SWT. Ia mengajak jamaah untuk membiasakan adab tersebut dalam setiap doa yang dipanjatkan.
“Doa adalah kekuatan seorang mukmin, namun dalam berdoa kita juga diajarkan adab yang harus dijaga. Ketika kita memohon kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan, keyakinan, serta mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, insyaallah doa akan menjadi lebih bermakna dan menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Tamrin Butar Butar.
Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak mudah berputus asa apabila doa yang dipanjatkan belum dikabulkan sesuai harapan. Menurutnya, Allah SWT selalu mengabulkan doa hamba-Nya dengan cara dan waktu yang terbaik. Karena itu, setiap Muslim hendaknya terus berikhtiar, bersabar, dan memperkuat tawakal kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.
Penyuluhan keagamaan ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkaya wawasan keislaman sekaligus memperkuat praktik ibadah masyarakat. Pemahaman tentang adab berdoa diharapkan mampu mendorong jamaah agar lebih khusyuk, sabar, dan yakin dalam bermunajat kepada Allah SWT. Melalui pembinaan yang terus dilakukan, nilai-nilai keislaman diharapkan semakin tumbuh dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

