Sampaikan Empat Kunci Ketenangan Hati, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Perkuat Pembinaan Keagamaan Jamaah

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, H. Abdullah Hakim, memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada jamaah Majelis Taklim Chairunnisa, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Empat Kunci Ketenangan Hati Menurut Al-Qur’an dan Hadis” sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus meningkatkan kualitas spiritual masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan khusyuk dan diikuti jamaah dengan penuh antusias. Dalam penyuluhan tersebut, jamaah diajak memahami bahwa ketenangan hati bukan semata-mata diperoleh dari kondisi kehidupan yang serba mudah, melainkan tumbuh dari kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Dengan hati yang tenang dan keimanan yang kuat, seseorang akan memiliki kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan dan dinamika kehidupan.

Dalam tausiyahnya, Abdullah Hakim menjelaskan bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai ujian, baik berupa kesulitan maupun kesenangan. Karena itu, seorang Muslim perlu memiliki pegangan spiritual yang kuat agar tidak mudah larut dalam kecemasan ketika menghadapi masalah dan tidak lupa bersyukur ketika memperoleh kenikmatan.

“Ketika hati dekat dengan Allah SWT, persoalan hidup akan kita hadapi dengan cara pandang yang berbeda. Bukan berarti masalah akan hilang, tetapi kita memiliki kekuatan untuk menghadapinya dengan lebih tenang, sabar, dan penuh keyakinan bahwa setiap ketentuan Allah pasti mengandung hikmah,” ujar Abdullah Hakim.

Pada kesempatan tersebut, ia menguraikan empat kunci ketenangan hati yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, memperbanyak mengingat Allah SWT melalui zikir. Menurutnya, zikir merupakan salah satu sarana untuk menjaga hati agar senantiasa terhubung dengan Allah SWT di tengah kesibukan dan berbagai persoalan kehidupan.

Kedua, memperkuat sikap tawakal kepada Allah SWT. Abdullah Hakim menjelaskan bahwa tawakal bukan berarti menyerahkan segala sesuatu tanpa usaha, melainkan melakukan ikhtiar secara maksimal kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Sikap tersebut akan membantu seseorang terhindar dari kecemasan berlebihan terhadap sesuatu yang berada di luar kendalinya.

“Setelah kita berusaha dengan sebaik-baiknya, jangan biarkan hati kita terus dibebani oleh sesuatu yang belum tentu terjadi. Serahkan hasilnya kepada Allah SWT. Tawakal membuat kita tetap berusaha, tetapi tidak kehilangan ketenangan ketika hasil yang diperoleh belum sesuai dengan harapan,” jelasnya.

Kunci ketiga adalah menumbuhkan rasa syukur dalam setiap keadaan. Ia mengajak jamaah untuk tidak hanya bersyukur ketika mendapatkan kenikmatan, tetapi juga belajar melihat hikmah di balik berbagai keadaan yang dihadapi. Sikap syukur akan membuat seseorang lebih mampu menghargai nikmat yang dimiliki dan tidak mudah membandingkan kehidupannya dengan orang lain.

Adapun kunci keempat adalah menjaga kesabaran ketika menghadapi ujian. Menurut Abdullah Hakim, kesabaran bukan berarti pasrah tanpa melakukan apa-apa, tetapi kemampuan untuk tetap berada dalam kebaikan ketika menghadapi kesulitan. Kesabaran juga menjadi kekuatan untuk menjaga lisan, sikap, dan tindakan agar tidak keluar dari tuntunan agama.

“Ketenangan hati tidak diukur dari banyaknya harta atau mudahnya kehidupan yang kita jalani, tetapi dari seberapa dekat kita kepada Allah SWT. Mari biasakan hati kita dengan zikir, tawakal, syukur, dan sabar. Insyaallah, dengan empat hal tersebut kita akan lebih kuat menghadapi ujian dan lebih tenang dalam menjalani kehidupan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Abdullah Hakim mengajak jamaah Majelis Taklim Chairunnisa untuk menjadikan materi penyuluhan sebagai bahan evaluasi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ilmu agama akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diwujudkan melalui perubahan sikap dan perilaku.

“Pembinaan keagamaan bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi bagaimana pengetahuan itu mengubah diri kita menjadi lebih baik. Ketika hati semakin dekat kepada Allah, seharusnya terlihat pula dalam ucapan yang lebih baik, perilaku yang lebih santun, dan hubungan yang lebih harmonis dengan keluarga serta masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat pembinaan keagamaan kepada masyarakat sebagai bagian dari pelayanan keagamaan yang berkelanjutan. Kegiatan diharapkan mampu membantu jamaah membangun ketahanan spiritual sehingga lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan keimanan dan akhlak yang baik.

Kegiatan kemudian ditutup dengan zikir dan doa bersama. Jamaah memohon kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan ketenangan hati, kekuatan iman, kesabaran, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan, sehingga nilai-nilai keislaman dapat terus hadir dalam kehidupan keluarga dan memberikan kedamaian di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *