Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Hadirkan Pengharapan bagi Warga Binaan Rumah Perlindungan Sosial

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen kembali melaksanakan Safari Rohani bagi warga binaan di Rumah Perlindungan Sosial Kota Medan, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan keagamaan secara berkesinambungan, khususnya bagi masyarakat yang sedang menjalani proses pembinaan dan membutuhkan penguatan iman, mental, serta spiritual.

Ibadah berlangsung dalam suasana penuh sukacita, khidmat, dan kekeluargaan. Warga binaan mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan antusias sejak awal hingga akhir. Kehadiran para Penyuluh Agama Kristen menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendampingan rohani yang humanis, sekaligus memberikan ruang bagi warga binaan untuk mendapatkan penghiburan dan kekuatan dalam menghadapi perjalanan hidup.

Rangkaian ibadah diawali dengan pujian dan penyembahan yang dipimpin Amanda Purba. Melalui puji-pujian yang dinyanyikan bersama, para peserta diajak mempersiapkan hati dan pikiran untuk mengikuti ibadah serta menerima Firman Tuhan. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta bersama-sama mengarahkan perhatian kepada pesan rohani yang disampaikan.

Firman Tuhan disampaikan oleh Mateus Brian Purba, S.Th., dengan mengambil dasar dari Lukas 16:19–31 tentang kisah orang kaya dan Lazarus. Mengangkat tema “Tuhan Tidak Pernah Melupakanmu”, ia mengajak warga binaan untuk menyadari bahwa setiap manusia memiliki nilai di hadapan Tuhan, termasuk mereka yang mungkin merasa tidak diperhatikan, ditinggalkan, atau dilupakan oleh lingkungan sekitarnya.

“Lazarus memang miskin, tetapi namanya dikenal oleh Tuhan. Ini menjadi pengingat bagi kita bahwa sekalipun manusia melupakan kita, Tuhan tidak pernah melupakan kita. Dia melihat setiap air mata, mengetahui setiap pergumulan, dan selalu menyediakan pengharapan bagi orang yang percaya kepada-Nya,” ungkap Mateus.

Ia menjelaskan bahwa kehidupan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh kondisi masa lalu. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri selama masih diberikan kehidupan. Karena itu, warga binaan diajak untuk tidak terus terjebak dalam penyesalan, tetapi menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk melakukan perubahan dan memulai kehidupan yang lebih baik.

“Jangan biarkan masa lalu menentukan seluruh masa depan kita. Selama kita masih diberi napas kehidupan, selalu ada kesempatan untuk berubah. Tuhan Yesus menerima setiap orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang percaya dan mau diperbarui,” tambahnya.

Pesan tersebut mendapat perhatian dari para warga binaan yang mengikuti ibadah dengan penuh kesungguhan. Firman Tuhan tidak hanya disampaikan sebagai pengajaran rohani, tetapi juga menjadi penguatan agar mereka tetap memiliki harapan dalam menjalani proses pembinaan serta mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan doa syafaat yang dipimpin Tridah Natalia Mandalahi. Dalam doa tersebut, ia mendoakan seluruh warga binaan agar diberikan kekuatan, keteguhan iman, dan pengharapan. Doa juga dipanjatkan bagi para petugas Rumah Perlindungan Sosial, keluarga para peserta, bangsa dan negara, serta pelayanan Kementerian Agama agar senantiasa diberikan kesehatan, hikmat, perlindungan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan doa berkat yang dibawakan Mateus Brian Purba. Doa tersebut menjadi penutup sekaligus penguatan bagi seluruh peserta agar damai sejahtera dan kasih karunia Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan mereka.

Suasana penuh haru dan keakraban terlihat setelah ibadah selesai. Sejumlah warga binaan tampak tetap berada di tempat kegiatan dan mengikuti interaksi bersama para penyuluh. Pesan tentang kasih Tuhan, pengampunan, dan kesempatan untuk berubah menjadi penguatan tersendiri bagi mereka yang sedang menjalani proses pembinaan.

Melalui kegiatan Safari Rohani tersebut, Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen terus berupaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Pelayanan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan penguatan spiritual, tetapi juga membantu warga binaan membangun karakter, memperbaiki diri, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa proses pembinaan tidak hanya membutuhkan pendampingan secara sosial, tetapi juga penguatan mental dan spiritual. Dengan iman dan pengharapan yang terus dipupuk, warga binaan diharapkan mampu melihat masa depan sebagai kesempatan untuk bangkit, berubah, dan menjalani kehidupan dengan nilai-nilai kebaikan bersama Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *