Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di RSP CPL USU, Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Suriadi selaku Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dari wilayah Medan Tembung, Fuji dan Paidi dari Medan Sunggal, Nurbaiti Lubis dari Medan Amplas, serta M. Arsyad dari Medan Kota. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan keagamaan di berbagai lingkungan masyarakat, termasuk lingkungan pelayanan kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat yang berada di lingkungan RSP CPL USU. Penyampaian pembinaan dilakukan dengan pendekatan yang komunikatif dan memperhatikan kondisi peserta. Melalui kegiatan tersebut, para penyuluh berupaya menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang dapat memberikan ketenangan, penguatan, serta dorongan bagi masyarakat dalam menjalani berbagai situasi kehidupan.
Suriadi menyampaikan bahwa Bimluh merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran penyuluh di lingkungan rumah sakit memiliki arti penting karena masyarakat yang berada di dalamnya memiliki kondisi dan kebutuhan yang beragam.
“Penyuluh Agama Islam harus mampu hadir di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan rumah sakit, untuk memberikan bimbingan dan penguatan keagamaan sesuai dengan kebutuhan mereka. Pendekatan yang kita gunakan harus santun dan komunikatif agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik,” ujar Suriadi.
Ia menjelaskan bahwa pembinaan keagamaan di lingkungan rumah sakit membutuhkan perhatian terhadap situasi dan kondisi masyarakat yang didampingi. Karena itu, penyuluh perlu memahami karakter peserta dan menyampaikan materi dengan cara yang tidak menggurui, sehingga bimbingan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi ruang untuk membangun ketenangan dan keteguhan dalam menghadapi berbagai keadaan.
“Dalam memberikan bimbingan, kita harus memahami kondisi masyarakat yang kita dampingi agar pesan keagamaan dapat diterima dengan baik dan memberikan manfaat. Penyuluhan bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga membangun komunikasi dan memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan Bimluh juga menjadi kesempatan bagi para penyuluh untuk membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat di lingkungan pelayanan kesehatan. Suriadi menekankan bahwa tugas Penyuluh Agama Islam tidak terbatas pada satu lingkungan tertentu, tetapi mencakup berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan edukasi dan pendampingan keagamaan.
“Di mana pun masyarakat membutuhkan bimbingan keagamaan, di situlah penyuluh harus berusaha hadir dan memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya. Dengan menjangkau berbagai lingkungan, kita berharap manfaat pembinaan keagamaan dapat dirasakan lebih luas,” tuturnya.
Lebih lanjut, Suriadi mengajak para Penyuluh Agama Islam untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat dalam melaksanakan tugas pembinaan. Koordinasi dan kerja sama antarpenyuluh juga diperlukan agar kegiatan penyuluhan dapat berjalan secara terarah dan berkesinambungan. Melalui kegiatan di lapangan, penyuluh dapat memahami kondisi masyarakat secara lebih dekat sekaligus membangun hubungan yang baik dengan lingkungan binaan.
Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan di RSP CPL USU berlangsung dengan tertib dan dalam suasana kekeluargaan. Kehadiran Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan di lingkungan rumah sakit menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan penyuluh semakin mampu memberikan penguatan keagamaan sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat di berbagai lingkungan.

