Kisah Zakheus Jadi Penguatan, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Ajak Warga Binaan Berani Berubah

Medan (Humas) — Kisah Zakheus menjadi penguatan bagi warga binaan dalam pelayanan rohani yang dilaksanakan Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan di Polsek Medan Timur, Rabu (16/9/2026). Bimbingan Rohani (Bimroh) tersebut mengangkat tema “Pertobatan yang Mengubah Kehidupan” berdasarkan Lukas 19:1–10 tentang kisah Zakheus. Melalui kisah tersebut, warga binaan diajak memahami bahwa seseorang tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan memulai kehidupan yang baru. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan untuk menumbuhkan iman, pengharapan, serta keberanian dalam menjalani proses perubahan.

Firman Tuhan disampaikan oleh Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan, Mateus Brian Purba, S.Th., yang menjelaskan perjalanan Zakheus sebagai gambaran tentang perubahan hidup melalui pertobatan. Zakheus yang sebelumnya dikenal sebagai pemungut cukai mengalami perubahan setelah berjumpa dengan Yesus dan membuka hatinya terhadap ajaran-Nya. “Pertobatan bukan hanya tentang menangisi kesalahan masa lalu, tetapi tentang keberanian untuk memulai kehidupan yang baru,” ungkap Mateus. Senada dengan hal itu, ia mengajak warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan melakukan refleksi dan mengambil langkah nyata untuk memperbaiki kehidupan.

Menurut Mateus, kisah Zakheus menunjukkan bahwa perubahan tidak berhenti pada rasa bersalah, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan. Ia menjelaskan bahwa setelah mengalami perubahan, Zakheus memiliki kemauan untuk memperbaiki kesalahan dan membangun kembali hubungan yang baik dengan orang lain. “Ketika seseorang sungguh-sungguh mengalami perjumpaan dengan Tuhan, perubahan itu seharusnya terlihat dalam sikap, perkataan, keputusan, dan cara memperlakukan orang lain,” pesannya. Sementara itu, warga binaan didorong untuk membangun kebiasaan positif yang dapat menjadi bekal ketika nantinya kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

Lebih lanjut, Mateus mengingatkan warga binaan agar tidak kehilangan harapan hanya karena pernah melakukan kesalahan. Masa lalu dapat menjadi bahan pembelajaran untuk membangun kesadaran, tanggung jawab, dan komitmen dalam menjalani kehidupan berikutnya. “Jangan biarkan kesalahan masa lalu membuat kita kehilangan harapan, jadikan masa pembinaan ini sebagai ruang untuk mengevaluasi kehidupan, memperbaiki karakter, belajar bertanggung jawab, dan mempersiapkan diri untuk kembali kepada keluarga serta masyarakat,” ujarnya. Selain itu, warga binaan diajak untuk memulai perubahan dari hal-hal sederhana seperti berkata jujur, menghormati orang lain, mengendalikan emosi, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Rangkaian Bimroh diawali dengan pujian yang dipimpin oleh Debora Br. Pandia, S.Th., kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Firman Tuhan dan doa syafaat yang dipimpin oleh Basaria Sitorus. Doa dipanjatkan bagi warga binaan agar diberikan kekuatan, ketenangan, kesehatan, serta keteguhan hati dalam menjalani proses pembinaan. Selain itu, doa juga ditujukan bagi keluarga warga binaan dan jajaran Polsek Medan Timur agar senantiasa memperoleh hikmat serta kekuatan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Kehadiran Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan diharapkan dapat memberikan pendampingan rohani yang membantu warga binaan menemukan kembali pengharapan dan motivasi untuk berubah.

Pelayanan Bimbingan Rohani berlangsung dengan tertib, khusyuk, dan penuh sukacita. Kisah Zakheus diharapkan menjadi pengingat bahwa perubahan dapat dimulai dari keberanian untuk mengakui kesalahan, memperbaiki diri, dan mengambil keputusan yang lebih baik. Melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan mampu membangun karakter, memperkuat iman, serta mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat. Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan terus menghadirkan pendampingan rohani sebagai bagian dari upaya menumbuhkan iman, pengharapan, tanggung jawab, dan semangat perubahan dalam diri warga binaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *