Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan memperkuat pembinaan keagamaan di lingkungan perguruan tinggi melalui kerja sama dengan STIM Sukma Medan untuk tahun ajaran 2026/2027, Rabu (16/9/2026). Kerja sama tersebut diarahkan pada pendampingan bagi mahasiswa, karyawan, dan dosen melalui sejumlah program yang telah disepakati bersama. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan dan pembinaan keagamaan sekaligus menghadirkan pendampingan yang dapat mendukung penguatan spiritual dan karakter sivitas akademika.
Kerja sama antara Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dan STIM Sukma Medan mencakup beberapa program, di antaranya BRUN, konseling, serta perkuliahan khusus bagi civitas akademika. Program tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan yang tidak hanya memberikan pemahaman keagamaan, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa, karyawan, dan dosen untuk memperoleh pendampingan sesuai dengan kebutuhan mereka. Kehadiran penyuluh di lingkungan perguruan tinggi juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan Kementerian Agama dalam membangun lingkungan akademik yang memiliki perhatian terhadap aspek spiritual dan pembentukan karakter.
Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, M. Iqbal, menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut menjadi langkah penting dalam membangun pola pendampingan yang lebih terarah dan berkelanjutan. “Alhamdulillah, hari ini telah disepakati program kerja sama untuk pendampingan mahasiswa, karyawan, dan dosen untuk tahun ajaran 2026/2027. Ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan pembinaan keagamaan yang dapat memberikan manfaat secara nyata bagi seluruh sivitas akademika,” ungkapnya.

Menurut M. Iqbal, lingkungan perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan akademik, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk karakter dan kepribadian. Karena itu, pembinaan keagamaan perlu dihadirkan secara berkelanjutan agar nilai-nilai agama dapat berjalan seiring dengan proses pendidikan dan aktivitas pekerjaan. “Pembinaan keagamaan di lingkungan kampus penting untuk memberikan penguatan kepada sivitas akademika agar tidak hanya berkembang dari sisi keilmuan, tetapi juga memiliki landasan nilai dan karakter yang baik dalam menjalankan peran masing-masing,” tuturnya.
Ia menjelaskan, program pendampingan yang disepakati memiliki ruang lingkup yang cukup luas. Melalui konseling, mahasiswa, karyawan, maupun dosen dapat memperoleh ruang untuk melakukan refleksi, menyampaikan persoalan, dan mendapatkan bimbingan yang mendukung pengembangan diri. Sementara itu, perkuliahan khusus diharapkan dapat memperkaya pemahaman keagamaan mahasiswa dan membantu mereka menghubungkan nilai-nilai yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari.
“Kita ingin pendampingan ini menjadi bagian dari pengabdian yang konsisten, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh mahasiswa, karyawan, dan dosen. Penyuluh tidak hanya hadir ketika ada kegiatan tertentu, tetapi juga berupaya membangun pendampingan yang berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lingkungan pendidikan,” jelas M. Iqbal.
Lebih lanjut, M. Iqbal menekankan pentingnya menjaga kesinambungan program yang telah disepakati. Menurutnya, kerja sama akan memberikan hasil yang lebih optimal apabila seluruh pihak memiliki komitmen untuk menjalankan program secara konsisten. Semangat tersebut menjadi penting agar kesepakatan yang telah dibangun tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika.
“Istiqomah dalam prinsip dan konsisten dalam pengabdian menjadi semangat kita dalam menjalankan kerja sama ini. Kita berharap apa yang telah disepakati dapat dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, sehingga pendampingan yang diberikan benar-benar menjadi bagian dari proses pembinaan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan kampus,” pesannya.
Melalui kerja sama tersebut, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan mengambil bagian dalam mendukung pembinaan keagamaan di lingkungan perguruan tinggi. Pendampingan kepada mahasiswa, karyawan, dan dosen diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman agama, membangun karakter, serta menumbuhkan sikap yang bertanggung jawab dalam menjalankan aktivitas akademik maupun pekerjaan.
Kesepakatan program kerja sama untuk tahun ajaran 2026/2027 ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dan STIM Sukma Medan. Program BRUN, konseling, dan perkuliahan khusus diharapkan dapat terlaksana secara terarah dan berkesinambungan. Dengan semangat istiqomah dalam prinsip dan konsisten dalam pengabdian, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi seluruh sivitas akademika sekaligus memperluas peran penyuluh dalam menghadirkan pembinaan keagamaan di lingkungan pendidikan.

