Bersama Majelis Taklim, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Perjuangan Dukung Pembangunan Masjid di Nassau

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Medan Perjuangan H.M. Affan Sihite bersama ibu-ibu Majelis Taklim Medan Perjuangan menunjukkan kepedulian terhadap pembangunan masjid di Nassau melalui pemberian bantuan untuk mendukung pembangunan tempat ibadah bagi masyarakat di daerah minoritas. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (16/9/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung kehidupan keagamaan masyarakat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu proses pembangunan masjid sehingga nantinya dapat dimanfaatkan sebagai tempat ibadah sekaligus ruang pembinaan keagamaan bagi masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap kehidupan umat dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk aksi nyata. Bagi masyarakat yang berada di daerah minoritas, keberadaan sarana ibadah memiliki arti penting dalam menunjang pelaksanaan ibadah dan aktivitas pembinaan keagamaan. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan kehidupan keagamaan di tengah lingkungan mereka.

H.M. Affan Sihite mengatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud kepedulian bersama terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan masjid. Menurutnya, perhatian terhadap pembangunan tempat ibadah bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bentuk perhatian terhadap keberlangsungan kehidupan keagamaan masyarakat. “Bantuan ini merupakan wujud kepedulian kita bersama untuk mendukung pembangunan masjid dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan tempat ibadah yang dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat berbagi perlu terus dibangun di tengah masyarakat karena kepedulian sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembinaan keagamaan. Menurutnya, majelis taklim tidak hanya menjadi tempat untuk meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk menggerakkan kepedulian dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. “Kita berharap semangat berbagi ini terus tumbuh. Ketika ibu-ibu majelis taklim ikut bergerak dan mengambil bagian dalam kegiatan sosial, manfaatnya tentu tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, tetapi juga dapat memperkuat kebersamaan dan kepedulian di antara kita,” tuturnya.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan tersebut juga diisi dengan musyawarah bersama ibu-ibu Majelis Taklim Medan Perjuangan terkait rencana keberangkatan ke Nassau. Musyawarah dilakukan untuk membahas berbagai persiapan yang diperlukan agar rencana kegiatan dapat berjalan dengan baik. Koordinasi tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menyatukan langkah dan memastikan tujuan kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan rencana serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang akan dikunjungi.

Affan menyampaikan bahwa rencana keberangkatan ke Nassau diharapkan tidak hanya dimaknai sebagai sebuah perjalanan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan melihat secara langsung kondisi masyarakat. “Kita berharap keberangkatan ini nantinya bukan hanya menjadi perjalanan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi, bersilaturahmi, dan melihat secara langsung kebutuhan masyarakat di sana. Dengan melihat kondisi secara langsung, kita bisa lebih memahami apa yang dibutuhkan dan bagaimana kita dapat memberikan manfaat,” ungkapnya.

Menurut Affan, keterlibatan Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan peran penyuluh secara lebih luas di tengah masyarakat. Tugas penyuluh tidak hanya menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian, persaudaraan, dan semangat membantu sesama. Melalui kolaborasi dengan majelis taklim, nilai-nilai keagamaan dapat diterjemahkan dalam bentuk kegiatan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Penyuluh agama harus terus berusaha hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika menyampaikan pembinaan keagamaan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan dukungan dan kepedulian. Kita ingin nilai-nilai agama yang disampaikan dalam majelis taklim dapat diwujudkan dalam bentuk perbuatan nyata, salah satunya melalui kegiatan berbagi dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Affan juga berharap bantuan dan rencana keberangkatan tersebut dapat menjadi bagian dari amal kebaikan yang dilakukan secara bersama-sama. “Semoga apa yang kita lakukan ini menjadi amal kebaikan dan dapat membantu menghadirkan tempat ibadah yang bermanfaat bagi masyarakat di daerah minoritas. Kita tidak melihat besar atau kecilnya bantuan, tetapi bagaimana niat baik dan kepedulian ini dapat terus dijaga,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk terus mempertahankan semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Menurutnya, banyak hal baik dapat diwujudkan ketika masyarakat memiliki kemauan untuk bergerak bersama. “Kebaikan akan lebih terasa ketika dilakukan bersama. Karena itu, mari kita terus menjaga silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan saling mendukung dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk peran Penyuluh Agama Islam KUA Medan Perjuangan dalam mendorong penguatan kepedulian sosial dan kehidupan keagamaan masyarakat. Kolaborasi bersama Majelis Taklim Medan Perjuangan menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan dapat berjalan seiring dengan aksi sosial dan kepedulian terhadap kebutuhan umat. Rencana keberangkatan ke Nassau selanjutnya akan dipersiapkan melalui koordinasi dan musyawarah bersama agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Melalui semangat berbagi, bersilaturahmi, dan bergotong royong, kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengabdian yang memberikan manfaat lebih luas. Kepedulian terhadap pembangunan masjid di Nassau juga diharapkan dapat menginspirasi semakin banyak pihak untuk mengambil bagian dalam mendukung kehidupan keagamaan masyarakat, khususnya mereka yang berada di lingkungan minoritas. Dengan demikian, keberadaan penyuluh agama dan majelis taklim dapat terus dirasakan manfaatnya melalui pembinaan sekaligus aksi nyata di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *