Episode ke-40 IKMA Channel Hadirkan Info Haji Kota Medan, Awali Podcast dengan Lantunan Talbiyah

Medan (Humas) — Program podcast IKMA Channel (Informasi Keagamaan Medan Amplas) kembali menghadirkan ruang edukasi keagamaan dan informasi publik melalui episode ke-40, Jumat (10/9/2026). Memasuki episode keempat puluh, IKMA Channel terus dikembangkan sebagai media komunikasi keagamaan yang menghadirkan narasumber kompeten dengan tema-tema yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Episode kali ini mengangkat tema “Info Haji Kota Medan” dengan menghadirkan Kepala Kantor Urusan Haji Kota Medan, H. Mhd. Bambang Irawan Hutasuhut, S.Ag., M.Si., sebagai narasumber.

Podcast dipandu oleh H. Harun Arrasyid, Lc., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Amplas, yang mengarahkan dialog pada berbagai informasi penting seputar penyelenggaraan ibadah haji dan kesiapan masyarakat Kota Medan dalam memenuhi panggilan ke Tanah Suci. Pemilihan tema tersebut menjadi bagian dari upaya IKMA Channel menghadirkan informasi yang dibutuhkan masyarakat secara lebih dekat, komunikatif, dan mudah dipahami, khususnya bagi masyarakat yang memiliki perhatian terhadap penyelenggaraan ibadah haji.

Ada suasana berbeda sebelum dialog podcast dimulai. H. Mhd. Bambang Irawan Hutasuhut mengawali kegiatan dengan melantunkan talbiyah, “Labbaikallāhumma labbaik.” Lantunan talbiyah tersebut memberikan nuansa spiritual yang kuat sekaligus menjadi pengantar sebelum pembahasan mengenai informasi haji dimulai. Talbiyah yang lekat dengan perjalanan ibadah haji itu juga menjadi pengingat akan panggilan menuju Baitullah serta kesiapan hati seorang Muslim dalam memenuhi panggilan Allah SWT.

Setelah lantunan talbiyah, dialog podcast berlangsung dalam suasana komunikatif dan penuh antusiasme. H. Harun Arrasyid menggali berbagai informasi seputar haji melalui pertanyaan yang diarahkan pada hal-hal yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dialog tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai berbagai aspek penyelenggaraan ibadah haji sekaligus mendorong calon jamaah untuk mempersiapkan diri dengan baik.

Kepala Kantor Urusan Haji Kota Medan, H. Mhd. Bambang Irawan Hutasuhut, S.Ag., M.Si., menyampaikan informasi dan penjelasan dalam kapasitasnya sebagai narasumber yang memiliki tanggung jawab dalam urusan haji. Kehadirannya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi secara langsung dari pihak yang berkompeten. “Melalui ruang seperti ini, informasi tentang haji dapat disampaikan dengan lebih dekat kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang baik dan mempersiapkan diri dengan lebih matang dalam menjalankan ibadah haji,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi mengenai haji perlu terus dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang memadai. Penyampaian informasi melalui podcast menjadi salah satu alternatif yang dapat menjangkau masyarakat dengan pendekatan yang lebih ringan dan dialogis. “Informasi haji perlu terus disampaikan kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami. Media digital seperti podcast dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan informasi sehingga masyarakat dapat mengikuti pembahasan kapan dan di mana saja,” tuturnya.

Episode ke-40 tersebut merupakan bagian dari konsistensi IKMA Channel yang diinisiasi oleh Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., bersama Dr. Syarto, Lc., M.A., Penyuluh Agama Islam KUA Medan Amplas sekaligus Koordinator Podcast IKMA Channel. Dalam pelaksanaannya, produksi podcast didukung oleh Muhyiddin Nasution sebagai videografer. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya KUA Kecamatan Medan Amplas memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana memperluas jangkauan pelayanan, informasi, dan edukasi keagamaan.

Memasuki episode ke-40, IKMA Channel tidak hanya menghadirkan tema yang berkaitan langsung dengan aspek keagamaan, tetapi juga mengangkat berbagai persoalan sosial dan pelayanan publik yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Konsistensi tersebut menunjukkan adanya upaya untuk menjadikan podcast sebagai ruang komunikasi yang mempertemukan masyarakat dengan informasi yang relevan serta narasumber yang memiliki kompetensi pada bidang yang dibahas.

Dr. Syarto, Lc., M.A., selaku Koordinator Podcast IKMA Channel, menyampaikan bahwa keberlanjutan program tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan edukasi keagamaan melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman. “IKMA Channel terus kami kembangkan agar dapat menjadi ruang edukasi yang informatif dan komunikatif. Memasuki episode ke-40, kami ingin konsistensi ini terus terjaga dengan menghadirkan tema-tema yang memang dibutuhkan masyarakat serta narasumber yang kompeten,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan media digital memberikan ruang yang lebih luas bagi penyuluh dan KUA dalam menyampaikan pesan keagamaan kepada masyarakat. “Kami melihat podcast sebagai salah satu media yang dapat mendekatkan informasi keagamaan dan pelayanan publik kepada masyarakat. Dengan format dialog, pembahasan dapat disampaikan secara lebih ringan, tetapi tetap memiliki nilai edukasi dan manfaat,” jelasnya.

Sebagai bentuk penghargaan atas kesediaan hadir dan berbagi informasi kepada masyarakat melalui IKMA Channel, setelah podcast selesai dilaksanakan, pihak IKMA Channel menyerahkan sertifikat apresiasi kepada H. Mhd. Bambang Irawan Hutasuhut, S.Ag., M.Si. Penyerahan sertifikat tersebut menjadi bagian dari tradisi apresiasi IKMA Channel kepada para narasumber yang telah berkontribusi dalam memperkaya konten edukasi keagamaan dan kemasyarakatan.

Memasuki episode ke-40, IKMA Channel diharapkan semakin berkembang sebagai media edukasi yang informatif, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Konsistensi tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar KUA Kecamatan Medan Amplas dalam menghadirkan pelayanan dan bimbingan yang prima serta berdampak di tengah masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.

Dengan menghadirkan tema-tema aktual dan narasumber yang kompeten, IKMA Channel terus membangun ruang dialog yang mempertemukan informasi, edukasi, dan nilai-nilai keagamaan dalam satu platform. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi keagamaan dan pelayanan publik, sekaligus memperkuat peran penyuluh agama dalam memberikan edukasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *