Medan Amplas (Humas) — Upaya Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas menghadirkan pelayanan dan bimbingan keagamaan yang prima dan berdampak terus dilakukan melalui berbagai program pembinaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui Program Tahsin Alquran yang dilaksanakan secara rutin bagi ibu-ibu yang tergabung dalam majelis taklim di wilayah Kecamatan Medan Amplas.
Program Tahsin Alquran kembali dilaksanakan pada Selasa (8/9/2026) di Masjid Ridho Shobirin, Garu VI, Kecamatan Medan Amplas. Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut diikuti ibu-ibu majelis taklim dengan suasana penuh kekeluargaan dan semangat untuk terus meningkatkan kemampuan membaca serta memahami Alquran.
Pembinaan kali ini menghadirkan Dr. Syarto, Lc., M.A., H. Harun Arrasyid, Lc., Hj. Nurbaiti Lubis, S.Ag., dan Liza Purba selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Amplas. Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Hj. Imaniyah. Kehadiran sejumlah penyuluh dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan pendampingan secara langsung dan berkelanjutan kepada masyarakat.
Program Tahsin Alquran tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., kepada seluruh Penyuluh, Penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) agar terus menghadirkan pelayanan dan bimbingan keagamaan yang prima serta memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.
“Kita ingin program pembinaan keagamaan yang dilaksanakan KUA benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tahsin Alquran menjadi salah satu ikhtiar untuk membantu jamaah memperbaiki bacaan, memahami kandungan Alquran, sekaligus berusaha mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan.
Mendalami Tafkhim dan Tarqiq
Dalam pertemuan tersebut, pembelajaran difokuskan pada materi tajwid tafkhim dan tarqiq, yakni pembahasan mengenai cara membaca huruf dengan karakter suara tebal (tafkhim) dan tipis (tarqiq) sesuai dengan kaidah bacaan Alquran. Materi disampaikan secara bertahap agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya ketika membaca ayat-ayat Alquran.
Proses pembelajaran dilakukan melalui penjelasan, bimbingan, dan praktik membaca. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengetahui ketepatan pengucapan sekaligus membedakan karakter suara tebal dan tipis dalam bacaan Alquran. Dengan latihan yang dilakukan secara rutin, peserta diharapkan semakin terbiasa memperhatikan kaidah tajwid dalam setiap bacaan.
Selain aspek teknis membaca Alquran, pembinaan juga diintegrasikan dengan pemahaman terhadap kandungan ayat. Pada kesempatan tersebut dibahas QS. Al-Baqarah ayat 193–195 yang memuat sejumlah pesan penting, antara lain mengenai perjuangan menghadapi fitnah dan kezaliman, anjuran berinfak di jalan Allah Ta’ala, larangan menjatuhkan diri kepada kebinasaan, serta perintah untuk berbuat ihsan.
“Belajar tahsin tidak cukup hanya mengetahui mana bacaan yang tebal dan mana yang tipis. Kita juga perlu berusaha memahami pesan yang dibaca, sehingga Alquran tidak hanya benar di lisan, tetapi juga memberikan pengaruh terhadap sikap dan perilaku kita,” disampaikan dalam pembinaan tersebut.
Tahsin Tidak Berhenti pada Ketepatan Bacaan
Pembelajaran tahsin di Medan Amplas diarahkan tidak sekadar menghasilkan bacaan yang benar secara tajwid, tetapi juga mendorong peserta memahami pesan Alquran dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kemampuan membaca Alquran diharapkan berjalan seiring dengan tumbuhnya kesadaran untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Pesan tentang berinfak dalam rangkaian ayat yang dibahas menjadi pengingat bahwa harta juga memiliki dimensi sosial. Demikian pula pesan agar tidak menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan memberikan pelajaran mengenai pentingnya menjaga diri, mengambil keputusan secara bijak, serta menghindari tindakan yang dapat membawa kerusakan bagi diri sendiri maupun orang lain.
Sementara itu, perintah untuk berbuat ihsan menjadi landasan penting dalam membangun hubungan yang baik dengan Allah Ta’ala dan sesama manusia. Nilai ihsan mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan dengan sebaik-baiknya, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun bermasyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, Program Tahsin Alquran diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan tiga hal penting, yaitu ketepatan membaca, pemahaman terhadap makna, dan pengamalan nilai-nilai Alquran. Pembelajaran yang dilakukan secara rutin juga memberikan ruang bagi peserta untuk terus berlatih dan memperbaiki bacaan dari waktu ke waktu.
Program Rutin yang Diinisiasi Kepala KUA
Program Tahsin Alquran bagi ibu-ibu majelis taklim tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Selasa pukul 14.00 WIB. Program ini diinisiasi oleh Kepala KUA Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, sebagai bagian dari upaya mendekatkan layanan dan bimbingan keagamaan kepada masyarakat.
“Kami berharap program ini dapat terus berjalan secara konsisten. Kemampuan membaca Alquran membutuhkan proses dan latihan yang berkelanjutan. Karena itu, masyarakat perlu memiliki ruang untuk belajar, bertanya, memperbaiki bacaan, dan memperdalam pemahaman secara rutin,” ungkapnya.
Keberadaan program rutin tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kemampuan membaca Alquran secara berkelanjutan. Proses belajar yang konsisten menjadi penting karena peningkatan kualitas bacaan tidak dapat dicapai hanya melalui pembelajaran sesaat, melainkan membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan latihan yang terus-menerus.
Keterlibatan sejumlah Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan tersebut juga memperkuat pola pembinaan kolaboratif. Para peserta memperoleh kesempatan untuk mendapatkan bimbingan, memperbaiki bacaan, sekaligus memperdalam pemahaman terhadap pesan-pesan Alquran dalam suasana pembelajaran yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Membangun Budaya Alquran di Tengah Keluarga
Kepala KUA Medan Amplas juga mendorong agar program tahsin tidak berhenti di ruang masjid atau majelis taklim, tetapi dapat memberikan pengaruh positif hingga ke lingkungan keluarga. Ibu-ibu majelis taklim dinilai memiliki peran penting dalam membangun budaya membaca dan mencintai Alquran di rumah.
Kemampuan membaca Alquran dengan baik serta pemahaman terhadap kandungan ayat diharapkan dapat diteruskan kepada anak-anak dan anggota keluarga lainnya. Dengan demikian, pembelajaran yang diperoleh dalam majelis taklim dapat berkembang menjadi kebiasaan positif yang hidup di tengah keluarga.
“Kita berharap ilmu yang diperoleh dalam kegiatan tahsin tidak berhenti ketika peserta meninggalkan masjid. Apa yang dipelajari dapat dibawa pulang, dipraktikkan di rumah, dan menjadi contoh bagi anak-anak serta anggota keluarga. Dengan begitu, pembinaan ini memiliki dampak yang lebih luas,” tutur H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan.
Program tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen KUA Kecamatan Medan Amplas untuk menghadirkan pelayanan dan bimbingan keagamaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga edukatif, aplikatif, dan berkelanjutan. Pembinaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat diharapkan dapat memperkuat peran KUA sebagai bagian dari pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan Tahsin Alquran di Masjid Ridho Shobirin, Garu VI, berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat belajar. Pertemuan kemudian ditutup dengan doa dan salat Asar berjamaah.
Melalui kesinambungan program tersebut, KUA Medan Amplas berharap semakin tumbuh masyarakat yang mampu membaca Alquran dengan baik, memahami pesan-pesannya, serta menjadikan nilai-nilai Alquran sebagai pedoman dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat. Semangat pembinaan yang dilakukan secara rutin diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar membangun masyarakat yang semakin dekat dengan Alquran.

