Medan (Humas) — Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan pendampingan katekumen di Aula Gereja Paroki Santo Antonius dari Padua Hayam Wuruk Medan, Sabtu (10/10/2026), pukul 17.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Jalan Hayam Wuruk No. 3, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, tersebut mengangkat materi “Syahadat Iman Para Rasul” dan diikuti oleh para katekumen Paroki Hayam Wuruk Medan.
Pendampingan ini merupakan bagian dari pembinaan iman bagi para katekumen yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi anggota Gereja Katolik. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan semakin mengenal dasar-dasar iman Katolik, memahami ajaran Gereja, serta mampu menghayati iman tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaian materi, dijelaskan bahwa Syahadat Iman Para Rasul merupakan rumusan pokok-pokok iman Kristiani yang menjadi salah satu pengakuan iman penting dalam Gereja Katolik. Syahadat ini merangkum kepercayaan umat kepada Allah Bapa, Yesus Kristus Putra Allah, dan Roh Kudus, serta keyakinan akan Gereja, pengampunan dosa, kebangkitan badan, dan kehidupan kekal.
Para katekumen juga diajak memahami makna setiap bagian dalam Syahadat Iman Para Rasul. Kepercayaan kepada Allah Bapa menegaskan bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Iman kepada Yesus Kristus mengungkapkan keyakinan akan karya keselamatan melalui hidup, sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya. Sementara itu, iman kepada Roh Kudus menegaskan kehadiran Allah yang membimbing dan menguduskan umat-Nya.
Lebih lanjut, pendalaman materi menekankan bahwa pengakuan iman tidak cukup hanya dihafalkan atau diucapkan dalam perayaan liturgi. Syahadat harus menjadi dasar dalam membangun hubungan dengan Allah, mengasihi sesama, mengampuni, serta menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran Yesus Kristus. Dengan demikian, iman yang diakui melalui perkataan dapat diwujudkan secara nyata dalam sikap dan tindakan sehari-hari.
Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada Penyuluh Agama Katolik yang senantiasa memberikan pelayanan dan pendampingan kepada umat melalui kegiatan penyuluhan keagamaan. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan keagamaan serta memperkuat keimanan dan ketakwaan umat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia berharap pelayanan penyuluhan agama dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga umat semakin memahami ajaran agamanya dan mampu menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Selain memperkuat iman, kegiatan pendampingan juga diharapkan dapat menumbuhkan sikap saling menghormati, mempererat persaudaraan, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.
Melalui pendampingan katekumen ini, para peserta diharapkan semakin memahami dan menghayati Syahadat Iman Para Rasul sebagai fondasi kehidupan Kristiani. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pembinaan iman yang berkelanjutan agar para katekumen semakin siap memasuki kehidupan Gereja Katolik, berpartisipasi dalam kehidupan menggereja, serta menjadi saksi iman Kristus di tengah keluarga dan masyarakat. (RAS/PAI).

