H. Impun Siregar Kakan Kemenag Medan: Jadikan Rasulullah Teladan, Prestasi Harus Berjalan Bersama Akhlak

Medan (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA., mengingatkan para siswa madrasah agar senantiasa menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan tersebut dapat diwujudkan dengan menanamkan empat sifat utama Rasulullah, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah dalam diri setiap peserta didik. Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting untuk membentuk pribadi siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kesalehan yang tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan H. Impun Siregar saat memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan, Rabu (9/9/2026). Kegiatan berlangsung di Masjid Baiturrahman Kampus Universitas Negeri Medan (Unimed) dan diikuti keluarga besar MAN 1 Medan. Peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan, keteladanan, serta akhlak mulia Rasulullah Muhammad SAW yang relevan untuk diterapkan oleh generasi muda.

H. Impun Siregar menjelaskan, sifat siddiq mengajarkan kejujuran, amanah mengajarkan sikap dapat dipercaya, tabligh mendorong seseorang menyampaikan kebaikan dan kebenaran, sedangkan fathanah mencerminkan kecerdasan dan kebijaksanaan. Keempat sifat tersebut, menurutnya, harus menjadi bagian dari karakter siswa madrasah, bukan hanya dipahami sebagai materi keagamaan. Dengan mengamalkan nilai-nilai tersebut, siswa diharapkan mampu menjadi pribadi yang baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.

“Jadikan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW sebagai momentum untuk meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah harus kita tanamkan dalam diri sehingga lahir pribadi-pribadi yang jujur, bertanggung jawab, cerdas, dan mampu menyampaikan kebaikan. Keteladanan itu harus terlihat dalam perilaku kita, baik di madrasah maupun di lingkungan sosial,” ujar Impun.

Kakan Kemenag menegaskan bahwa pendidikan di madrasah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan karakter. Menurutnya, siswa madrasah diharapkan mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya dengan menunjukkan sikap santun, disiplin, jujur, bertanggung jawab, serta menjauhi berbagai perilaku tercela. Nilai-nilai agama yang diperoleh di madrasah harus diwujudkan dalam kehidupan nyata sehingga pendidikan tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan.

“Kita berharap siswa madrasah tampil menjadi teladan di antara siswa lainnya. Jangan sampai ilmu agama yang dipelajari hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus tercermin dalam akhlak dan perilaku. Dengan menjadikan Rasulullah sebagai figur teladan, insyaallah anak-anak kita akan memiliki pegangan yang kuat dan mampu menghindari berbagai perbuatan yang tercela,” tegasnya.

Kakan Kemenag Medan juga mendorong para siswa untuk tidak hanya unggul dalam akhlak, tetapi juga terus mengembangkan kemampuan akademik dan berbagai potensi yang dimiliki. Ia mengatakan, madrasah saat ini terus berkembang dan mampu menunjukkan daya saing dengan lembaga pendidikan lainnya. Berbagai prestasi yang diraih siswa madrasah di tingkat nasional bahkan internasional menjadi bukti bahwa madrasah memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi unggul.

“Saat ini pendidikan di madrasah terus berkembang dan mampu bersaing dengan sekolah umum lainnya. Berbagai prestasi telah lahir dari madrasah, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, jadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai sumber inspirasi dan motivasi untuk terus berbuat baik, meningkatkan kemampuan, dan meraih prestasi yang pada akhirnya dapat membanggakan orang tua, guru, dan madrasah,” ungkap Impun Siregar.

Kakan H. Impun Siregar juga mengajak para siswa untuk memahami bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari banyaknya prestasi yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan menjaga akhlak dan memberikan manfaat bagi orang lain. Menurutnya, siswa yang berprestasi harus tetap rendah hati dan menjadikan keberhasilannya sebagai motivasi untuk terus berkembang. Sebaliknya, siswa yang belum memperoleh prestasi harus tetap bersemangat dan menjadikan setiap proses sebagai pengalaman untuk memperbaiki diri.

“Prestasi dan akhlak harus berjalan bersama. Kita ingin melahirkan anak-anak yang cerdas, tetapi juga santun dan memiliki kepedulian kepada sesama. Jadilah generasi yang ketika berhasil tetap rendah hati, ketika menghadapi kesulitan tidak mudah menyerah, dan dalam setiap langkah selalu menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman,” pesannya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, S.Pd., M.PMat., menyampaikan bahwa kelahiran Rasulullah Muhammad SAW merupakan cahaya bagi kehidupan umat manusia. Menurutnya, kehadiran Rasulullah membawa risalah yang mengarahkan manusia kepada keimanan, memperbaiki moral dan akhlak, serta mengajak umat untuk kembali menyembah Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan.

“Rasulullah Muhammad SAW lahir sebagai penutup para nabi yang diutus Allah SWT untuk seluruh umat manusia. Risalah yang beliau bawa menjadi cahaya yang mengarahkan manusia agar terhindar dari kefasikan dan kesyirikan serta kembali kepada Allah SWT. Salah satu ajaran utama yang beliau bawa adalah memperbaiki akhlak dan moral umat manusia,” ujar Reza Faisal.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi pembentukan karakter seluruh siswa MAN 1 Medan. Para siswa diharapkan semakin mencintai Rasulullah dengan cara mengikuti ajaran dan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kecintaan kepada Rasulullah tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui perilaku dan perbuatan.

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di MAN 1 Medan diisi dengan tausiyah yang disampaikan Fitra Limbong, S.Pd. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Tata Usaha MAN 1 Medan, Ikhwanul Hakim Dasopang, S.Pd., M.Si., para Wakil Kepala Madrasah, Komite Madrasah, guru, pegawai, serta seluruh siswa MAN 1 Medan. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat sebagai bagian dari upaya memperkuat kecintaan kepada Rasulullah dan meningkatkan semangat mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, keluarga besar MAN 1 Medan diharapkan semakin memperkuat pendidikan karakter berbasis keteladanan Rasulullah. Nilai siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah diharapkan menjadi bagian dari kepribadian siswa sehingga mampu membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, berprestasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *