Medan (Humas) – Majelis taklim memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga, membangun karakter masyarakat, serta menjaga kerukunan di tengah kehidupan sosial. Sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal, majelis taklim tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., saat menghadiri Pengajian Akbar dan Tepung Tawar Jemaah Haji Majelis Taklim Miftahul Jannah Kecamatan Medan Amplas yang diselenggarakan di Masjid Baiturrahman, Jalan Bajak III, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Senin (29/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri sekitar 500 jamaah muslimah dari berbagai kelurahan di Kecamatan Medan Amplas. Selain menjadi ajang menimba ilmu agama, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan acara tepung tawar bagi jemaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi di antara sesama umat Islam.
Dalam sambutannya, Muhammad Lukman Hakim Hasibuan menegaskan bahwa keberadaan majelis taklim harus terus diperkuat karena memiliki kontribusi besar dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.
“Majelis taklim bukan sekadar tempat berkumpul untuk mengikuti pengajian. Lebih dari itu, majelis taklim merupakan pilar penting dalam pembinaan umat, tempat masyarakat memperdalam ilmu agama, memperkuat keimanan, sekaligus membangun karakter keluarga yang kokoh. Dari majelis taklim akan lahir masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujar Lukman.
Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa fungsi strategis majelis taklim yang perlu terus dioptimalkan. Pertama, sebagai wadah pembinaan ketahanan keluarga. Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat dan bangsa sehingga pembinaan keagamaan harus dimulai dari lingkungan keluarga.
“Keluarga adalah unit terkecil dalam kehidupan bermasyarakat. Apabila keluarga dibangun dengan nilai-nilai agama yang kuat, maka akan lahir lingkungan yang baik, masyarakat yang harmonis, hingga daerah yang aman dan kondusif. Melalui majelis taklim, para orang tua, khususnya para ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya, dibekali ilmu untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah serta membentengi generasi muda dari pengaruh negatif seperti narkoba, pergaulan bebas, dan berbagai bentuk penyimpangan sosial,” jelasnya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa majelis taklim juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang beragam.
“Di majelis taklim kita duduk bersama tanpa membedakan status sosial, latar belakang, maupun profesi. Semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menuntut ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi modal sosial dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kedamaian di lingkungan masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Lukman menegaskan bahwa majelis taklim merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik, tetapi juga dari kualitas moral dan spiritual masyarakat.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun daerah. Pembangunan fisik harus diiringi dengan pembangunan mental dan spiritual. Di sinilah peran majelis taklim bersama KUA menjadi sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan, memperkuat moderasi beragama, serta membentuk masyarakat yang religius, toleran, dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Medan Amplas, Zulfahmi Tarigan, S.STP., M.T.SP., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pengajian akbar menjadi salah satu media efektif dalam mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Medan Amplas, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Majelis Taklim Miftahul Jannah yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat positif ini. Semoga majelis taklim terus menjadi wadah yang mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan keberkahan serta kedamaian bagi masyarakat Kecamatan Medan Amplas,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para lurah se-Kecamatan Medan Amplas, kepala lingkungan, Ketua MUI Kecamatan Medan Amplas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat lainnya.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Medan Amplas berharap eksistensi majelis taklim terus diperkuat sebagai pusat pembinaan keagamaan yang mampu melahirkan keluarga-keluarga yang sakinah, meningkatkan kualitas kehidupan beragama, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing.

