Medan (Humas) – Transformasi pelayanan keagamaan di era digital terus dilakukan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas melalui berbagai inovasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain memberikan layanan administrasi keagamaan, KUA Medan Amplas juga memperkuat fungsi edukasi dan pembinaan umat melalui media digital agar pesan-pesan keagamaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Komitmen tersebut merupakan implementasi dari arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., yang mendorong seluruh penyuluh agama, penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) untuk menghadirkan pelayanan yang prima, inovatif, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, aparatur KUA harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi sehingga dakwah dan pembinaan keagamaan dapat disampaikan melalui berbagai media yang mudah diakses oleh masyarakat.
“KUA tidak hanya memberikan layanan administrasi keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun literasi keagamaan masyarakat. Di era digital saat ini, dakwah harus mampu memanfaatkan teknologi agar pesan-pesan keislaman yang moderat, mencerahkan, dan membangun dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, KUA Medan Amplas yang dikenal sebagai KUA Inspiratif menghadirkan Podcast Informasi Keagamaan Medan Amplas (IKMA). Program ini merupakan inovasi yang diinisiasi langsung oleh Kepala KUA Medan Amplas dan hingga kini menjadi satu-satunya podcast yang dimiliki Kantor Urusan Agama di lingkungan Kementerian Agama Kota Medan.
Pengelolaan Podcast IKMA dikoordinasikan oleh Dr. Syarto, Lc., M.A., dengan dukungan Muhyiddin Nst sebagai videografer. Program ini secara rutin menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan untuk membahas isu-isu keagamaan, keluarga, sosial, serta penguatan karakter masyarakat.
Pada Selasa (30/6/2026), Podcast IKMA kembali hadir melalui episode ke-32 dengan menghadirkan Hj. Nunung Ismayanti, S.Ag., M.A., sebagai narasumber. Dipandu oleh Dewi Anggraini, S.Ag., selaku host, podcast tersebut mengangkat tema “Menjadi Perempuan Tangguh: Lima Karakter yang Menginspirasi.”
Dialog berlangsung hangat, komunikatif, dan penuh inspirasi. Pada sesi pertama, narasumber mengulas makna perempuan tangguh sebagai sosok yang mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, dan integritas.
Selanjutnya, Hj. Nunung menjelaskan lima karakter utama perempuan tangguh, yaitu memiliki keimanan yang kuat, berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta pantang menyerah dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Menurutnya, perempuan juga dituntut untuk menjadi pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya.
“Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun peradaban. Dari tangan seorang perempuan lahir generasi penerus bangsa. Karena itu, perempuan harus terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat spiritualitas, memperluas wawasan, menjaga integritas, serta menjadi teladan dalam keluarga maupun di tengah masyarakat,” ujar Hj. Nunung Ismayanti.
Pada sesi akhir podcast, narasumber mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, serta mengambil peran aktif dalam membangun keluarga yang harmonis dan melahirkan generasi yang berakhlak mulia.
“Ketangguhan perempuan bukan diukur dari kemampuannya menghadapi kesulitan semata, tetapi juga dari kemampuannya menjaga nilai-nilai iman, membangun keluarga yang kokoh, serta menghadirkan manfaat bagi sesama. Perempuan yang tangguh akan melahirkan keluarga yang kuat dan pada akhirnya membentuk bangsa yang berkualitas,” tambahnya.
Usai pelaksanaan podcast, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kesediaannya berbagi ilmu, pengalaman, serta inspirasi kepada masyarakat melalui Podcast IKMA.
Melalui inovasi dakwah digital ini, KUA Kecamatan Medan Amplas berharap nilai-nilai keagamaan yang moderat, edukatif, dan mencerahkan semakin mudah diakses oleh masyarakat. Kehadiran Podcast IKMA menjadi bukti komitmen KUA Medan Amplas dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat peran Kementerian Agama dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing di era digital.

