Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan ibadah pembinaan rohani bersama anak-anak Yayasan Panti Asuhan Kasih Murni Teladan Medan, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keagamaan yang bertujuan menumbuhkan iman, membangun karakter, serta menguatkan semangat anak-anak panti agar tetap memiliki pengharapan dalam menghadapi setiap proses kehidupan.
Ibadah berlangsung dengan penuh sukacita dan kekhidmatan. Firman Tuhan disampaikan oleh Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan, Verawati Butar-Butar, M.Pd., dengan mengambil nas 1 Samuel 22:1-5. Bertindak sebagai pembawa acara yakni Ibu Murni, sedangkan doa penutup dipimpin oleh Dr. Saronisa Ginting. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Fitri Marina, Liza Brutu, dan Fitri Sihotang.
Dalam khotbahnya, Verawati mengangkat kisah Daud yang bersembunyi di Gua Adulam untuk menghindari kejaran musuh. Meski berada dalam situasi yang sulit, Daud justru didatangi sekitar 400 orang yang meminta perlindungan kepadanya. Dari tempat persembunyian itulah Tuhan mulai membentuk Daud menjadi seorang pemimpin yang kelak dipercaya memimpin umat-Nya.
Menurut Verawati, kisah tersebut memberikan pelajaran bahwa setiap pergumulan hidup bukanlah tanda Tuhan meninggalkan umat-Nya, melainkan proses pembentukan karakter menuju masa depan yang telah dipersiapkan-Nya.
Dalam kesempatan tersebut, Verawati mengajak anak-anak panti asuhan untuk tetap memiliki harapan dan tidak berkecil hati dengan keadaan yang sedang dijalani. Ia menegaskan bahwa Tuhan mampu memakai setiap proses kehidupan untuk mempersiapkan seseorang menjadi pribadi yang berhasil dan membawa berkat bagi banyak orang.
“Melalui kisah Daud dalam 1 Samuel 22:1-5, kita belajar bahwa kesulitan bukanlah akhir dari segalanya. Sama seperti Daud yang diproses Tuhan di Gua Adulam sebelum menjadi pemimpin besar, saya percaya Tuhan juga sedang mempersiapkan setiap anak di panti ini menjadi pribadi-pribadi yang berhasil. Tetaplah berpengharapan, rajin belajar, tekun berdoa, dan jangan pernah menyerah karena Tuhan memiliki rencana yang indah bagi kehidupan kalian,” ujar Verawati Butar-Butar.
Ia menambahkan bahwa keberadaan anak-anak di panti asuhan bukan menjadi penghalang untuk meraih masa depan yang cerah. Sebaliknya, kondisi tersebut dapat menjadi sarana bagi Tuhan untuk membentuk ketangguhan, kedewasaan, dan karakter yang kuat.
Kegiatan ibadah ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur serta permohonan agar seluruh anak panti senantiasa diberikan kesehatan, hikmat, dan kekuatan dalam menjalani setiap proses kehidupan. Melalui pembinaan rohani yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan anak-anak Yayasan Panti Asuhan Kasih Murni semakin bertumbuh dalam iman, memiliki semangat meraih cita-cita, serta terus memelihara pengharapan kepada Tuhan dalam setiap langkah kehidupan mereka.

