Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, H. M. Affan Sihite, mengisi program siaran keagamaan di Aqila FM Medan 102,6 FM, Kamis (15/9/2026). Siaran yang berlangsung pukul 17.45 WIB tersebut menjadi ruang bagi Affan untuk menyampaikan pesan keagamaan kepada masyarakat melalui media radio. Dalam kesempatan tersebut, ia mengangkat pesan tentang pentingnya mencintai Rasulullah SAW dengan membuktikannya melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam siarannya, Affan menjelaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan dan perasaan di dalam hati. Menurutnya, kecintaan tersebut perlu tercermin dalam sikap, perilaku, dan akhlak yang mengikuti keteladanan Rasulullah SAW. “Cinta kepada Rasulullah SAW harus kita buktikan dengan keteladanan, bukan hanya dengan ucapan, tetapi juga melalui perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Affan.
Affan menyampaikan bahwa Rasulullah SAW merupakan sosok teladan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari ibadah, keluarga, hingga hubungan dengan masyarakat. Selain itu, akhlak Rasulullah SAW seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan kepedulian dapat diterapkan oleh umat Islam dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman dalam membangun hubungan yang baik dengan Allah SWT maupun sesama manusia.
Sementara itu, Affan menekankan bahwa meneladani Rasulullah SAW dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten. Menurutnya, menjaga perkataan, bersikap jujur, menghormati orang lain, serta membantu sesama merupakan bagian dari upaya menghadirkan akhlak mulia dalam kehidupan. “Kalau kita benar-benar mencintai Rasulullah SAW, maka kita harus berusaha menghadirkan akhlak beliau dalam diri kita, mulai dari menjaga lisan, berlaku jujur, sabar, dan menyayangi sesama,” ungkapnya.
Senada dengan hal itu, Affan mengingatkan bahwa perkembangan zaman dan berbagai tantangan kehidupan tidak boleh membuat umat Islam meninggalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW. Ia juga mengajak pendengar untuk menjadikan momentum kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai dorongan untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan. Selain itu, keluarga dan lingkungan masyarakat diharapkan menjadi ruang pertama untuk menerapkan akhlak Rasulullah SAW secara nyata.
Siaran keagamaan tersebut berlangsung sebagai bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dalam menyampaikan edukasi dan pesan keagamaan kepada masyarakat melalui berbagai media. Kehadiran penyuluh di ruang siaran radio juga menjadi sarana untuk memperluas jangkauan bimbingan keagamaan sehingga dapat diterima oleh masyarakat secara lebih luas. Melalui pesan yang disampaikan, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa mencintai Rasulullah SAW perlu diwujudkan melalui akhlak dan perilaku yang baik. Dengan demikian, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus dihidupkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.

