Penyuluh Agama Buddha Kemenag Medan Ajak Remaja SMB Prasadha Jinadhammo Mahathera Jadi Tokoh Utama dalam Kehidupan

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Buddha Kementerian Agama Kota Medan mengajak remaja Sekolah Minggu Buddha (SMB) Prasadha Jinadhammo Mahathera untuk menjadi pribadi yang memiliki tujuan dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan. Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan penyuluhan bertema menjadi main character atau tokoh utama dalam kehidupan, yang dilaksanakan pada Minggu (11/10/2026). Melalui tema tersebut, peserta didorong untuk mengenali potensi diri, berani menentukan pilihan, dan mengambil peran aktif dalam membangun masa depan.

Dalam penyuluhan tersebut, remaja diajak memahami perbedaan antara main character dan non-player character (NPC) yang dikenal dalam dunia gim. Menjadi main character diibaratkan sebagai keberanian untuk menentukan arah hidup, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab atas konsekuensi dari pilihan yang dibuat. “Menjadi tokoh utama dalam kehidupan bukan berarti merasa paling hebat, melainkan berani menentukan tujuan, bertanggung jawab atas pilihan, dan terus memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Penyuluh Agama Buddha Kemenag Medan. Pesan tersebut diharapkan membantu remaja memahami bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri dan menentukan langkah menuju masa depan.

Selain memiliki tujuan hidup, remaja perlu menyusun strategi yang realistis untuk mencapai cita-cita mereka. Langkah tersebut dapat dimulai dengan menetapkan target sederhana, seperti meningkatkan prestasi belajar, mengembangkan keterampilan, mengatur waktu, dan membangun kebiasaan positif. Senada dengan hal itu, evaluasi diri secara rutin diperlukan agar remaja dapat mengetahui perkembangan sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih perlu ditingkatkan. Dengan kedisiplinan dan usaha yang konsisten, perubahan kecil dapat menjadi fondasi penting dalam mencapai tujuan jangka panjang.

Penyuluhan ini juga menekankan bahwa impian perlu disertai tindakan nyata agar tidak berhenti sebagai angan-angan. Remaja didorong untuk menyusun langkah yang terarah, menjaga komitmen, serta belajar dari kesalahan ketika menghadapi hambatan. Sementara itu, pengaruh lingkungan dan teman sebaya perlu disikapi secara bijaksana agar tidak membuat remaja kehilangan arah dalam menentukan pilihan. Kemampuan mempertimbangkan manfaat dan dampak suatu keputusan menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.

Dalam perspektif Dhamma, upaya memperbaiki diri perlu disertai kesadaran terhadap pikiran, ucapan, dan perbuatan. Remaja diajak untuk tidak sekadar mengikuti tren atau keinginan sesaat, tetapi mempertimbangkan apakah tindakan yang dilakukan membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Selain itu, keberanian menerima masukan, mengakui kekurangan, dan memperbaiki kesalahan merupakan bagian dari proses pengembangan kualitas diri. Pemahaman tersebut diharapkan membantu remaja menjalani kehidupan dengan lebih sadar, bijaksana, dan berlandaskan nilai-nilai kebajikan.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, remaja SMB Prasadha Jinadhammo Mahathera diharapkan semakin termotivasi untuk menetapkan tujuan hidup dan merancang masa depan secara terarah. Mereka juga diharapkan mampu membangun kebiasaan positif, mengembangkan potensi, serta melakukan evaluasi diri secara berkelanjutan. Dengan semangat tersebut, remaja dapat belajar mengambil peran aktif dalam perjalanan hidup tanpa harus membandingkan pencapaiannya dengan orang lain. Pada akhirnya, sikap bertanggung jawab, konsisten, dan terus belajar diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *