Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Bimbing Jamaah PWBI Tingkatkan Bacaan Al-Fatihah dan Salat

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Alhuda, S.Sos.I. dan Komarul Anwar, S.H.I., melaksanakan pengajian bersama Jamaah Peratuan Wirid Batak Islam (PWBI) di Jalan Luku III, Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat materi Tahsin Surat Al-Fatihah sebagai upaya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an dan ibadah salat jamaah. “Kajian tahsin ini menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk memperbaiki bacaan Al-Fatihah dan bacaan dalam salat agar semakin baik dan benar,” ujar Alhuda.

Dalam penyampaian materi, Alhuda dan Komarul Anwar memberikan bimbingan kepada jamaah mengenai tata cara membaca Surat Al-Fatihah dengan memperhatikan pelafalan huruf dan ketepatan bacaannya. Pembinaan tersebut juga diarahkan untuk membantu jamaah memahami pentingnya membaca Al-Fatihah dengan baik karena menjadi bagian penting dalam pelaksanaan salat. “Kita ingin jamaah tidak hanya membaca Al-Fatihah karena sudah hafal, tetapi juga memahami dan memperhatikan cara membacanya dengan tepat,” kata Komarul.

Selain Tahsin Surat Al-Fatihah, Penyuluh Agama Islam juga membimbing jamaah dalam membaguskan bacaan salat serta bacaan wirid setelah pelaksanaan salat. Materi tersebut disampaikan secara bertahap agar jamaah dapat mengikuti dan mempraktikkannya dengan lebih mudah dalam kehidupan sehari-hari. “Perbaikan bacaan harus dilakukan secara bertahap dan terus-menerus, sehingga jamaah semakin percaya diri dalam melaksanakan ibadah,” ungkap Alhuda.

Kegiatan pengajian berlangsung dalam suasana bersahaja, penuh keakraban, dan kekeluargaan antara penyuluh dengan jamaah PWBI. Kondisi tersebut membuat proses pembelajaran tahsin berjalan secara interaktif, sehingga jamaah dapat langsung menyampaikan pertanyaan maupun meminta koreksi terhadap bacaan yang masih dirasa kurang tepat. “Suasana yang akrab seperti ini sangat membantu proses belajar, karena jamaah lebih nyaman bertanya dan memperbaiki bacaan tanpa merasa sungkan,” tutur Komarul.

Alhuda dan Komarul Anwar berharap pembinaan tahsin tersebut dapat meningkatkan semangat jamaah PWBI untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas bacaan dalam ibadah. Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an dan bacaan salat dengan baik perlu terus dilatih agar menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. “Belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia, yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” jelas Alhuda.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat melalui pendekatan yang edukatif dan kekeluargaan. Penyuluh berharap jamaah PWBI dapat terus meningkatkan semangat belajar serta mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga Allah SWT memberikan pemahaman dan semangat belajar yang tinggi kepada seluruh jamaah PWBI, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dan memberikan keberkahan,” pungkas Komarul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *