Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kota Medan turut menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama HIDMAT Muslimat NU Sumatera Utara melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh), Senin (14/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Fajar, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, tersebut diikuti para jamaah dan anggota Muslimat NU Sumut. Suasana kegiatan berlangsung penuh kekhidmatan dan kebersamaan, sekaligus menjadi ruang bagi jamaah untuk kembali mengingat perjalanan, perjuangan, dan keteladanan Rasulullah SAW dalam membimbing umat.
Peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan sejauh mana nilai-nilai yang beliau ajarkan telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan Bimluh ini, PAI Kemenag Medan menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang diharapkan dapat memberikan penguatan kepada jamaah, khususnya dalam membangun kehidupan keluarga dan bermasyarakat yang dilandasi iman, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama.
Ketua HIDMAT Muslimat NU Sumut yang juga merupakan PAI Kemenag Medan, Lela Hamidah, S.Ag., menyampaikan bahwa Maulid Nabi hendaknya dimaknai lebih jauh daripada sekadar kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, momentum tersebut seharusnya menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan keinginan untuk mengikuti akhlak dan perjuangan beliau. “Peringatan Maulid Nabi SAW menjadi momentum bagi kita untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Lela menambahkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu diwujudkan dalam perilaku nyata. Keteladanan Rasulullah dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, kemudian diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui sikap jujur, sabar, santun, saling menghormati, dan peduli kepada orang lain. “Jangan sampai kecintaan kita kepada Rasulullah hanya terlihat ketika kita mengikuti peringatan Maulid, tetapi setelah kegiatan selesai tidak ada perubahan dalam sikap dan perilaku. Justru melalui momentum seperti ini kita perlu mengingat kembali ajaran beliau dan berusaha menerapkannya dalam kehidupan,” tuturnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PW Muslimat NU Sumut, Dra. Hj. Rohani, M.Ap., bersama para jamaah dan anggota Muslimat NU Sumut. Kehadiran jajaran Muslimat NU Sumut menambah semarak sekaligus kekhidmatan rangkaian kegiatan. Suasana semakin terasa religius ketika Hj. Nita Lamongga dan Lita Maysarah, yang juga merupakan PAI Kemenag Medan, membawakan lantunan selawat Nabi. Seluruh jamaah kemudian mengikuti selawat dengan penuh khidmat sebagai bentuk ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW.
Lantunan selawat tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian acara, tetapi juga mengantarkan jamaah untuk lebih menghayati makna kecintaan kepada Rasulullah SAW. Dalam suasana tersebut, jamaah diajak untuk tidak hanya mengagumi Rasulullah melalui kisah dan sejarah beliau, tetapi juga berusaha menghadirkan sifat-sifat mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, semangat Maulid Nabi dapat menjadi energi positif untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus memperkuat hubungan dengan sesama.
Sebagai inti kegiatan, tausiyah disampaikan oleh Al Ustadz Puligong Siregar, S.Ag., dengan materi yang mengangkat kandungan Surah Al-Ahzab ayat 21 tentang Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah atau teladan yang baik. Dalam penyampaiannya, jamaah diajak untuk melihat Rasulullah SAW sebagai teladan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari ibadah, akhlak, kehidupan keluarga, hubungan sosial, hingga bagaimana menghadapi berbagai tantangan dengan kesabaran dan keteguhan iman.
“Kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan memperingati kelahiran beliau, tetapi harus diwujudkan dengan meneladani akhlak dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari,” disampaikan dalam tausiyah tersebut. Pesan tersebut menegaskan bahwa ukuran kecintaan kepada Rasulullah tidak hanya tampak dari banyaknya kegiatan peringatan yang diikuti, tetapi juga dari kesediaan umat untuk menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, keteladanan Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama, menjaga lisan, menghindari perselisihan, menghormati orang lain, serta membangun hubungan yang baik dengan lingkungan. Sementara dalam keluarga, keteladanan tersebut dapat terlihat melalui sikap saling menyayangi, menghargai, membimbing, dan menjalankan tanggung jawab dengan penuh keikhlasan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting yang perlu terus disampaikan melalui kegiatan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.
PAI Kemenag Medan berharap kegiatan Bimluh seperti ini dapat terus menjadi ruang untuk mendekatkan masyarakat dengan nilai-nilai keagamaan. “Kami ingin kegiatan pembinaan keagamaan tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga mendorong jamaah untuk mengamalkan apa yang telah dipelajari. Keteladanan Rasulullah SAW sangat luas, sehingga mari kita mulai dari hal-hal sederhana yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari,” menjadi pesan yang sejalan dengan semangat pembinaan dalam kegiatan tersebut.
Melalui peringatan Maulid Nabi ini, jamaah juga diajak untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Semangat mencintai Rasulullah diharapkan dapat tercermin melalui peningkatan kualitas ibadah, pembentukan akhlak mulia, kepedulian sosial, serta kemampuan menjaga persaudaraan di tengah masyarakat. Dengan begitu, Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi mampu melahirkan semangat perubahan dan perbaikan dalam kehidupan umat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan salat Zuhur berjamaah. Seluruh kegiatan berlangsung lancar, khidmat, dan penuh kebersamaan antara PAI Kemenag Medan, jajaran Muslimat NU Sumut, dan para jamaah. Peringatan tersebut diharapkan memberikan manfaat sekaligus penguatan spiritual bagi seluruh peserta, sehingga kecintaan kepada Rasulullah SAW semakin tumbuh dan diwujudkan melalui akhlak serta perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

