Medan (Humas) – Pembinaan keagamaan menjadi salah satu ikhtiar penting dalam membentuk karakter serta membangun harapan baru bagi anak-anak yang sedang menjalani masa pembinaan. Melalui penguatan nilai-nilai keimanan, akhlak, dan spiritualitas, warga binaan diharapkan memiliki bekal untuk memperbaiki diri serta menata masa depan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Medan, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan pembinaan diikuti oleh warga binaan anak dengan menghadirkan tiga Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, yakni H. M. Affan Sihite, S.H.I., Suriadi, S.Ag., dan Hermansyah, Lc. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, para penyuluh memberikan motivasi keagamaan, penguatan akhlak, serta mengajak peserta untuk terus meningkatkan kualitas ibadah sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik.
Selama kegiatan berlangsung, para warga binaan tampak antusias mengikuti setiap sesi pembinaan. Mereka menyimak materi dengan penuh perhatian dan aktif berinteraksi dengan para penyuluh. Pendekatan yang humanis dan persuasif menjadikan kegiatan tersebut tidak hanya sebagai sarana penyampaian materi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangkitkan semangat dan optimisme dalam menjalani proses pembinaan.
Dalam penyampaiannya, H. M. Affan Sihite menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Menurutnya, masa pembinaan hendaknya dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, memperbanyak ibadah, dan memperbaiki akhlak sehingga menjadi awal lahirnya perubahan yang positif.
“Setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan pernah putus asa terhadap rahmat Allah SWT, karena pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadahnya,” ujar H. M. Affan Sihite.
Sementara itu, Suriadi menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan tentang ajaran Islam, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak yang mulia. Ia mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan berharga dalam mempersiapkan diri agar kelak mampu kembali ke masyarakat dengan membawa perubahan yang positif.
“Manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, beribadah, dan memperbaiki akhlak. Jadikan masa pembinaan ini sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, sehingga ketika kembali ke masyarakat dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, agama, dan bangsa,” tutur Suriadi.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, Kementerian Agama Kota Medan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak yang sedang menjalani pembinaan di LPKA. Diharapkan, penguatan nilai-nilai keagamaan yang diberikan mampu menumbuhkan keimanan, membangun optimisme, serta membentuk karakter yang lebih baik, sehingga para warga binaan siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang berakhlak mulia, mandiri, dan bermanfaat bagi sesama.

