Medan (Humas) – Penguatan ketakwaan kepada Allah SWT dapat diwujudkan melalui kesabaran, kejujuran, ketaatan beribadah, dan kepedulian terhadap sesama. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan di Majelis Taklim (MT) Al Muhajirin, Jalan Kelapa Blok 21, Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Lela Hamidah, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Belawan, yang menyampaikan materi tafsir QS. Ali Imran ayat 17. Melalui kajian tersebut, jamaah diajak memahami karakter orang-orang bertakwa dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, Lela Hamidah menjelaskan bahwa ketakwaan tidak hanya tercermin melalui pelaksanaan ibadah, tetapi juga melalui akhlak dan perilaku terhadap sesama. Kesabaran dalam menghadapi ujian, kejujuran dalam perkataan dan perbuatan, serta ketaatan kepada Allah SWT merupakan fondasi penting dalam membentuk pribadi Muslim yang beriman. Selain itu, ia mengajak jamaah membiasakan diri berinfak sesuai kemampuan dan memperbanyak istigfar, terutama pada waktu sahur. “Ketakwaan bukan hanya terlihat dari apa yang kita ucapkan, tetapi juga dari bagaimana kita bersikap, memperlakukan orang lain, dan menjalani kehidupan sesuai tuntunan Allah SWT,” pesan Lela Hamidah.
Ia menambahkan bahwa pengamalan nilai-nilai ketakwaan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Menjaga lisan, bersikap jujur, bersabar menghadapi persoalan keluarga, serta membantu orang yang membutuhkan merupakan bentuk nyata penerapan ajaran Islam. Senada dengan hal itu, jamaah juga diajak untuk terus memperbaiki diri dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam mengambil keputusan. Dengan membiasakan perilaku terpuji, setiap Muslim diharapkan mampu membangun hubungan yang lebih baik dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.
Sementara itu, Ketua MT Al Muhajirin, Hj. Zahara, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pembinaan keagamaan yang diberikan oleh Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan. Ia berharap kegiatan Bimluh dapat terus dilaksanakan sebagai sarana memperdalam pemahaman agama dan meningkatkan kualitas keimanan jamaah. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di lingkungan majelis taklim. Dukungan terhadap kegiatan pembinaan keagamaan diharapkan dapat mendorong jamaah semakin bersemangat dalam mempelajari serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan dengan antusiasme jamaah dalam mengikuti penyampaian materi. Pembahasan QS. Ali Imran ayat 17 memberikan penguatan mengenai pentingnya kesabaran, kejujuran, ketaatan, kebiasaan berinfak, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Melalui kegiatan ini, jamaah diharapkan tidak hanya memahami kandungan ayat, tetapi juga mampu menerapkannya dalam keluarga dan lingkungan masyarakat. Dengan demikian, nilai-nilai ketakwaan dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari serta mendorong terbentuknya pribadi yang berakhlak mulia dan peduli terhadap sesama.
Penguatan ketakwaan melalui kegiatan penyuluhan agama menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat. Selain memperkaya wawasan keagamaan, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran jamaah untuk terus memperbaiki kualitas ibadah dan perilaku. Sinergi antara penyuluh agama dan majelis taklim juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan pembinaan umat. Dengan semangat kebersamaan, jamaah MT Al Muhajirin diharapkan semakin istiqamah dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan membangun kehidupan yang harmonis.

