Medan (Humas) – Kepala Raudhatul Athfal (RA) se-Kota Medan mengikuti Pertemuan Kepala RA Tahun Pelajaran 2026/2027 yang dirangkaikan dengan Workshop Digitalisasi Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta di Aula Dahlia UPT Pertanian, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang diikuti seluruh kepala RA se-Kota Medan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan persepsi dalam meningkatkan mutu pengelolaan lembaga pendidikan anak usia dini, sekaligus memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta melalui pemanfaatan teknologi digital.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Yose Rizal, S.Ag., M.M., Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Kota Medan Sariyanto, para pengawas madrasah, serta perwakilan Penerbit Erlangga. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong transformasi pendidikan madrasah yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter.
Dalam sambutannya, H. Yose Rizal menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, setiap satuan pendidikan, termasuk Raudhatul Athfal, dituntut untuk mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang efektif. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa digitalisasi tidak boleh menghilangkan sentuhan kasih sayang yang menjadi esensi pendidikan anak usia dini.
“Digitalisasi pembelajaran merupakan sebuah kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Namun, teknologi hanyalah alat. Yang terpenting adalah bagaimana kita menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, penuh kasih sayang, dan mampu membentuk karakter peserta didik sesuai semangat Kurikulum Berbasis Cinta,” ujar Yose Rizal.
Ia menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta yang saat ini diterapkan di lingkungan madrasah mengedepankan pendidikan karakter, penghormatan terhadap sesama, serta pembiasaan nilai-nilai akhlakul karimah sejak usia dini. Menurutnya, pemanfaatan teknologi justru harus menjadi sarana untuk memperkuat tujuan tersebut, bukan menggantikannya.
“Kepala RA harus menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu menginspirasi guru untuk terus berinovasi. Manfaatkan berbagai platform digital sebagai media belajar yang kreatif, tetapi tetap pastikan setiap proses pembelajaran menghadirkan cinta, kepedulian, dan keteladanan kepada anak-anak. Dari RA inilah fondasi karakter generasi masa depan dibangun,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pokjawas Madrasah Kota Medan, Sariyanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop yang dinilai sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Menurutnya, kepala RA memiliki peran sentral dalam menentukan arah kebijakan pembelajaran di lembaga masing-masing sehingga peningkatan kompetensi harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Saya berharap seluruh kepala RA dapat mengimplementasikan hasil workshop ini di lembaganya masing-masing. Jadikan teknologi sebagai sarana menghadirkan pembelajaran yang inovatif, namun tetap menempatkan peserta didik sebagai subjek yang harus dibimbing dengan kasih sayang, perhatian, dan keteladanan,” ungkap Sariyanto.
Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh wawasan mengenai berbagai media pembelajaran digital yang dapat mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Perwakilan Penerbit Erlangga memperkenalkan sejumlah inovasi bahan ajar dan platform pembelajaran digital yang dirancang untuk membantu guru dan kepala RA menciptakan proses belajar yang lebih menarik, interaktif, serta sesuai dengan perkembangan peserta didik di era digital.
Suasana workshop berlangsung aktif dan penuh antusias. Para peserta tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam sesi diskusi dan berbagi praktik baik mengenai pemanfaatan teknologi di lingkungan RA masing-masing. Berbagai pengalaman yang dibagikan menjadi inspirasi sekaligus solusi dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era transformasi digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh kepala RA se-Kota Medan semakin siap menyongsong Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan semangat inovasi dan kolaborasi. Digitalisasi pembelajaran yang dipadukan dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama sebagai bekal menghadapi masa depan.

