Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, H. Abdullah Hakim, mengajak jamaah Majelis Taklim Raudhatul Jannah untuk memperbanyak lima amalan ringan yang memiliki keutamaan besar di akhirat, Jumat (7/8/2026). Pesan tersebut disampaikan Abdullah dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan dengan tema “Lima Amalan Ringan yang Berat di Timbangan Akhirat.” “Ada amalan-amalan yang terlihat ringan dan mudah dilakukan, tetapi memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT,” ujar Abdullah.
Dalam penyampaiannya, Abdullah mengungkap lima amalan yang dapat dilakukan setiap hari, yakni memperbanyak zikir, mengucapkan Subhanallahi wa bihamdihi, menjaga akhlak mulia, tersenyum kepada sesama, dan senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT. Ia menekankan bahwa kelima amalan tersebut tidak membutuhkan tenaga maupun biaya besar, tetapi membutuhkan kemauan dan keistiqamahan untuk mengamalkannya. “Jangan menganggap remeh amalan kecil, karena bisa jadi amalan yang ringan di dunia justru menjadi berat di timbangan amal kita di akhirat,” katanya.
Amalan pertama yang ditekankan Abdullah adalah memperbanyak zikir sebagai bentuk mengingat Allah SWT dalam setiap keadaan. Ia kemudian mengingatkan jamaah untuk membiasakan membaca kalimat Subhanallahi wa bihamdihi yang ringan diucapkan, namun memiliki keutamaan yang besar. “Biasakan lisan kita berzikir dan mengucapkan Subhanallahi wa bihamdihi, karena amalan ini sangat mudah dilakukan kapan saja dan di mana saja,” ungkapnya.
Selain zikir, Abdullah menegaskan bahwa akhlak mulia juga menjadi amalan penting yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, tersenyum kepada sesama, berkata baik, menghormati orang lain, dan menjaga hubungan dengan sesama merupakan bentuk kebaikan yang tidak boleh diremehkan. “Senyum kepada saudara kita, berkata baik, dan memperlakukan orang lain dengan akhlak yang mulia adalah amalan sederhana yang jangan sampai kita abaikan,” tuturnya.
Amalan kelima yang disampaikan Abdullah adalah bersyukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga dengan menggunakan nikmat yang dimiliki untuk melakukan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Mari kita biasakan bersyukur, karena ketika kita menyadari nikmat Allah dan menggunakannya untuk kebaikan, itu merupakan bentuk ibadah yang sangat berarti,” jelasnya.
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan tersebut berlangsung dengan khidmat serta diikuti antusias oleh jamaah Majelis Taklim Raudhatul Jannah. Abdullah berharap kelima amalan tersebut tidak berhenti sebagai materi tausiah, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga lima amalan ringan ini dapat kita amalkan secara istiqamah, sehingga menjadi bekal yang berat di timbangan kebaikan kita kelak,” pungkas Abdullah.

