Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan bersama Badan Kemakmuran Mushola (BKM) Mushola Muslimin melaksanakan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Kegiatan berlangsung di Mushola Muslimin, Jalan Halat Gang Cempaka, Medan, Selasa (15/9/2026), dengan mengangkat tema “Menjadikan Rasulullah sebagai Suri Teladan bagi Para Anak Muda untuk Menjauhkan Sifat-Sifat Buruk Menuju Generasi Muda yang Berakhlakul Karimah”. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Amri Sembiring, SHI, hadir menyampaikan ceramah agama kepada jamaah.
Dalam tausiyahnya, Amri menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk kembali mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah perlu diwujudkan melalui perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Peringatan Maulid Nabi bukan hanya tentang mengingat kelahiran Rasulullah SAW, tetapi bagaimana kita menjadikan beliau sebagai teladan dalam menjalani kehidupan. Apa yang kita ketahui tentang akhlak Rasulullah hendaknya menjadi dorongan bagi kita untuk memperbaiki diri dan membiasakan kebaikan,” ujar Amri.
Ia menjelaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam kehidupan umat dan masa depan bangsa. Di tengah perkembangan zaman dan beragam tantangan dalam pergaulan, anak muda membutuhkan landasan iman dan akhlak agar mampu menentukan sikap serta tidak mudah terbawa pada perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Karena itu, keteladanan Rasulullah SAW dinilai penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda melalui pembinaan dan lingkungan yang mendukung.
“Rasulullah SAW adalah teladan terbaik bagi seluruh umat manusia. Karena itu, anak muda perlu menjadikan beliau sebagai idola dan panutan dalam kehidupannya, bukan hanya dalam ucapan, tetapi juga melalui perilaku dan kebiasaan sehari-hari,” ungkapnya.
Amri kemudian mengajak generasi muda menerapkan keteladanan Rasulullah SAW melalui hal-hal sederhana yang dapat dilakukan setiap hari. Menjaga salat, menghormati orang tua, berkata jujur, menjaga pergaulan, bersikap santun, serta memiliki kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari upaya membangun akhlak yang baik. Menurutnya, akhlakul karimah tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus dilatih melalui pembiasaan dan diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Ketika anak muda menjadikan Rasulullah sebagai panutan, kecintaan itu seharusnya terlihat dari akhlaknya, seperti menjaga salat, menghormati orang tua, berkata jujur, dan menjaga pergaulan. Hal-hal sederhana inilah yang jika dibiasakan akan membentuk pribadi yang baik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Amri menyampaikan bahwa sifat jujur, sabar, amanah, kasih sayang, rendah hati, dan menghormati orang lain merupakan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW yang tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan generasi muda. Ia juga menekankan bahwa pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab anak muda itu sendiri, tetapi membutuhkan dukungan keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat. Keteladanan yang diberikan oleh orang-orang di sekitar akan membantu menciptakan lingkungan yang mendorong tumbuhnya kebiasaan positif.
“Kalau kita ingin membentuk generasi muda yang berakhlakul karimah, maka keteladanan Rasulullah SAW harus terus kita kenalkan dan kita biasakan dalam kehidupan mereka. Anak muda perlu mendapatkan contoh yang baik sekaligus ruang untuk belajar dan bertumbuh,” pesannya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan kekeluargaan bersama jamaah. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang pembinaan keagamaan yang mempertemukan Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dengan masyarakat secara langsung, sekaligus mempererat silaturahmi dan memperkuat pesan-pesan keagamaan.
Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, jamaah diharapkan semakin memahami pentingnya menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan. Khusus bagi generasi muda, pesan tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan untuk meninggalkan sifat-sifat tercela, membangun kebiasaan positif, serta menumbuhkan kehidupan yang berlandaskan iman, ilmu, dan akhlakul karimah.

