Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Beri Bimbingan tentang Cara Mengobati Hati yang Tidak Tenang

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, H. Abdullah Hakim, memberikan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Al Halimah, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “5 Penyebab Hati Tidak Tenang dan Cara Mengobatinya” sebagai materi pembinaan keagamaan bagi jamaah. Dalam penyampaiannya, Abdullah mengajak jamaah memahami berbagai hal yang dapat memengaruhi ketenangan hati sekaligus langkah-langkah untuk menjaganya berdasarkan nilai-nilai keislaman.

Abdullah menjelaskan bahwa ketenangan hati merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Menurutnya, ketenangan bukan berarti seseorang terbebas dari persoalan, melainkan kemampuan untuk tetap memiliki pegangan kepada Allah SWT ketika menghadapi berbagai keadaan. Karena itu, hubungan yang baik dengan Allah SWT perlu terus dijaga melalui ibadah, doa, dan sikap yang mencerminkan keimanan.

“Hati yang tenang bukan berarti tidak pernah menghadapi masalah, tetapi bagaimana kita tetap memiliki pegangan kepada Allah SWT ketika menghadapi berbagai keadaan. Ketika hati dekat dengan Allah, kita akan memiliki kekuatan untuk menghadapi persoalan dengan lebih sabar dan bijaksana,” ujar Abdullah.

Dalam Bimluh tersebut, Abdullah menyampaikan lima hal yang dapat menjadi penyebab hati kehilangan ketenangan, yaitu jauh dari mengingat Allah SWT, terlalu mencintai dunia, banyak melakukan dosa, kurang bersyukur, serta menyimpan penyakit hati seperti iri dan dengki. Ia mengajak jamaah untuk melakukan introspeksi dan mengenali kondisi diri agar hal-hal yang dapat mengganggu ketenangan hati dapat segera diperbaiki.

“Kita perlu melihat ke dalam diri, apakah hati kita sudah dekat dengan Allah, sudah bersyukur, dan sudah terbebas dari rasa iri maupun dengki kepada orang lain. Introspeksi penting agar kita mengetahui apa yang perlu diperbaiki dalam diri masing-masing,” ungkapnya.

Abdullah kemudian menjelaskan bahwa upaya menjaga dan mengobati hati membutuhkan proses yang dilakukan secara konsisten. Jamaah diajak memperbanyak zikir dan istighfar, membaca Al-Qur’an, memperbaiki kualitas ibadah, serta membiasakan diri bersyukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT. Selain itu, menjaga kebersihan hati juga dapat dilakukan dengan menghindari prasangka buruk, memaafkan kesalahan orang lain, dan memperbanyak perbuatan yang bermanfaat bagi sesama.

“Kalau ingin hati kembali tenang, maka dekatkan diri kepada Allah dengan zikir, istighfar, membaca Al-Qur’an, memperbaiki ibadah, dan memperbanyak amal saleh. Kita juga harus belajar bersyukur dan menjaga hati dari iri, dengki, serta prasangka buruk,” tuturnya.

Lebih lanjut, Abdullah mengajak jamaah menjadikan materi yang disampaikan sebagai bahan evaluasi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, perubahan kondisi hati tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi membutuhkan kemauan, kesungguhan, dan pembiasaan yang dilakukan secara bertahap. Rasa syukur juga perlu terus ditanamkan agar seseorang mampu melihat berbagai nikmat Allah SWT, termasuk di tengah persoalan dan ujian kehidupan.

Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan bersama MT Al Halimah berlangsung lancar dan mendapat antusiasme dari para jamaah. Kehadiran Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, jamaah diharapkan semakin terdorong untuk melakukan introspeksi, memperbaiki kualitas ibadah, menjaga kebersihan hati, serta mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *