Dari Air Mata Menuju Sukacita, Penyuluh Agama Kemenag Medan Kuatkan Iman Para Lansia

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Katolik dan Penyuluh Agama Kristen Protestan Kementerian Agama Kota Medan kembali memberikan penguatan iman dan pendampingan rohani kepada para lanjut usia (lansia) di Panti Jompo Yayasan Guna Budi Bakti, Jalan KL. Yos Sudarso Km. 16, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Dari Air Mata Menuju Sukacita: Tetap Berpengharapan dalam Tuhan di Masa Tua” sebagai pesan penguatan bagi para lansia dalam menjalani setiap fase kehidupan dengan iman dan pengharapan.

Kehadiran para penyuluh agama menjadi bagian dari pelayanan dan pendampingan keagamaan Kementerian Agama Kota Medan kepada masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia yang membutuhkan perhatian dan penguatan spiritual. Masa tua merupakan fase kehidupan yang dapat diwarnai berbagai pengalaman, mulai dari kebahagiaan, kesendirian, kehilangan, hingga tantangan fisik dan emosional. Melalui pendampingan rohani, para lansia diajak untuk tetap menemukan makna, kekuatan, dan sukacita dalam kehidupan dengan berpegang pada iman kepada Tuhan.

Kegiatan tersebut diikuti Penyuluh Agama Katolik Demaran Sigiro, Marulam Nainggolan, dan Zetra Hail Saragih bersama Penyuluh Agama Kristen Protestan Tiurma Butarbutar, Natalina Hutagalung, Torang Berutu, dan Maruli Siburian. Para penyuluh hadir tidak hanya untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga membangun suasana kebersamaan dan memberikan perhatian kepada para lansia. Interaksi yang terjalin diharapkan dapat memberikan rasa nyaman sekaligus menjadi sumber penghiburan bagi mereka.

Penyuluhan dilaksanakan dalam bentuk ibadat yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Pujian dibawakan oleh Natalina Hutagalung, sedangkan doa dipimpin oleh Torang Berutu. Selanjutnya, Demaran Sigiro menyampaikan renungan yang berpedoman pada Injil Lukas 6:20-26 dengan mengajak para lansia merefleksikan berbagai pengalaman hidup yang telah dilalui sebagai bagian dari perjalanan iman.

Dalam renungannya, Demaran menyampaikan bahwa perjalanan kehidupan tidak selalu diisi dengan kegembiraan. Ada kalanya seseorang menghadapi kesedihan, kehilangan, rasa sepi, maupun berbagai persoalan lainnya, tetapi keadaan tersebut tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan pengharapan. Justru dalam kondisi tersebut, iman menjadi sumber kekuatan untuk tetap percaya bahwa Tuhan senantiasa menyertai dan memelihara kehidupan.

“Jangan biarkan air mata menghilangkan pengharapan. Tetap percaya dan bersyukur, karena Tuhan selalu hadir dalam setiap perjalanan hidup kita. Apa yang kita alami hari ini merupakan bagian dari perjalanan yang dapat semakin mendekatkan kita kepada Tuhan,” ujar Demaran.

Ia juga mengajak para lansia untuk tidak melihat usia sebagai keterbatasan untuk terus melakukan kebaikan. Menurutnya, setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk memberikan teladan melalui sikap sabar, kasih, doa, dan rasa syukur. Pengalaman panjang yang dimiliki para lansia justru dapat menjadi kekuatan untuk memberikan inspirasi kepada generasi yang lebih muda.

“Masa tua bukan berarti berhenti untuk bersyukur dan bersukacita. Justru pada masa ini kita dapat semakin menyadari betapa besar kasih dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan. Tetaplah berdoa, tetap bersyukur, saling menguatkan, dan jangan pernah merasa bahwa kehidupan kita tidak lagi berarti,” pesannya.

Para penyuluh juga mengajak para lansia untuk membangun kebersamaan dan saling memberikan dukungan satu sama lain. Kebersamaan dinilai penting agar para lansia tidak merasa sendiri ketika menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan. Dengan adanya perhatian, komunikasi, dan pendampingan rohani, diharapkan suasana kehidupan di lingkungan panti dapat semakin memberikan ketenangan dan sukacita.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para lansia mengikuti rangkaian ibadat dan renungan dengan penuh perhatian, serta mendapatkan kesempatan untuk merasakan kehadiran dan kepedulian para penyuluh agama. Pendampingan seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pelayanan keagamaan yang menyentuh berbagai kelompok masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Katolik dan Kristen Protestan Kementerian Agama Kota Medan berharap kehadiran mereka dapat menjadi sumber kekuatan, penghiburan, dan semangat bagi para lansia. Pendampingan keagamaan tidak hanya menjadi sarana penyampaian pesan iman, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan spiritual. Dengan iman yang teguh, para lansia diharapkan mampu menjalani masa tua dengan hati yang damai, penuh syukur, sukacita, dan tetap memiliki pengharapan kepada Tuhan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Agama Kota Medan melalui para penyuluh agama untuk terus hadir di tengah masyarakat. Pelayanan keagamaan diharapkan tidak hanya berlangsung di tempat-tempat ibadah, tetapi juga menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan pendampingan secara langsung. Dengan semangat pelayanan dan kepedulian, para penyuluh agama terus berupaya menghadirkan nilai-nilai keimanan yang memberikan kekuatan dan pengharapan dalam setiap fase kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *