KUA Medan Amplas Bersama Ketua BKMT, Bahas Peran Majelis Taklim dalam Membangun Masyarakat Religius dan Harmonis

Medan (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas terus menghadirkan inovasi dalam dakwah dan edukasi keagamaan melalui pemanfaatan media digital. Di bawah kepemimpinan H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., KUA Medan Amplas tidak hanya mengoptimalkan layanan pembinaan secara langsung melalui bimbingan dan penyuluhan, tetapi juga mengembangkan berbagai platform digital sebagai sarana menyebarluaskan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat yang lebih luas.

Salah satu inovasi tersebut diwujudkan melalui Podcast IKMA Channel, program edukasi digital yang dikembangkan secara aktif oleh KUA Medan Amplas sebagai media dakwah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat modern. Program ini diinisiasi langsung oleh Kepala KUA Medan Amplas dan didukung oleh Muhyiddin Nasution sebagai videografer beserta tim produksi, serta Dr. Syarto, Lc., M.A., selaku Koordinator Podcast yang bertugas mengembangkan tema-tema edukatif dan menghadirkan narasumber yang kompeten.

Pada Rabu (17/6/2026), Podcast IKMA Channel kembali menghadirkan dialog inspiratif dengan tema “Peran Majelis Taklim dalam Membangun Masyarakat Religius dan Harmonis di Medan Amplas.” Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim (BKMT) Medan Amplas, Hj. Khairiah, sebagai narasumber utama dan dipandu oleh Dewi Anggraini, S.Ag., sebagai host.

Dalam sambutannya, Kepala KUA Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan., menegaskan bahwa pemanfaatan media digital merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan dakwah dan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

“Pembinaan masyarakat tidak cukup hanya dilakukan di ruang-ruang pertemuan. Hari ini dakwah juga harus hadir di ruang digital agar pesan-pesan keagamaan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

Pada sesi awal dialog, Hj. Khairiah menjelaskan peran strategis BKMT sebagai wadah koordinasi berbagai majelis taklim yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pemahaman agama masyarakat, khususnya kaum perempuan.

Menurutnya, keberadaan majelis taklim tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mendorong pemberdayaan umat di tingkat lingkungan, kelurahan, hingga kecamatan.

“Majelis taklim memiliki fungsi yang sangat penting dalam membangun kesadaran keagamaan masyarakat. Selain sebagai tempat belajar, majelis taklim juga menjadi wadah memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” jelas Hj. Khairiah.

Memasuki sesi berikutnya, diskusi mengangkat tema tantangan dakwah di era digital. Narasumber menyoroti derasnya arus informasi yang mengharuskan masyarakat lebih cermat dan selektif dalam menerima maupun menyebarkan informasi keagamaan.

Menurutnya, majelis taklim memiliki peran penting sebagai benteng literasi keagamaan yang mampu membimbing masyarakat untuk memperoleh pemahaman Islam yang moderat, santun, dan bersumber dari para ulama yang memiliki kompetensi.

“Di era digital saat ini, masyarakat harus mampu memilah informasi yang benar. Majelis taklim dapat menjadi ruang edukasi yang membantu umat memahami ajaran Islam secara utuh dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” ungkapnya.

Pada sesi ketiga, pembahasan difokuskan pada berbagai strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pengajian. Hj. Khairiah menilai bahwa materi yang relevan dengan kebutuhan umat, pendekatan yang persuasif, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana publikasi menjadi faktor penting dalam menarik minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan keagamaan.

Ia juga menekankan perlunya sinergi antara majelis taklim, tokoh agama, pemerintah, dan keluarga dalam membangun budaya belajar agama yang kuat di tengah masyarakat.

Salah satu sesi yang mendapat perhatian besar dari audiens adalah pembahasan mengenai peran ibu dalam pembinaan keluarga. Dalam kesempatan tersebut, Hj. Khairiah menegaskan bahwa kaum ibu memiliki posisi strategis sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga.

Menurutnya, majelis taklim menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan kapasitas kaum perempuan agar mampu menjalankan peran tersebut dengan baik serta menjadi teladan bagi anak-anak dan lingkungan sekitarnya.

“Jika ibu-ibu kuat secara agama dan akhlak, maka keluarga akan lebih mudah diarahkan menuju keluarga yang harmonis, religius, dan penuh kasih sayang. Dari keluarga yang baik akan lahir masyarakat yang baik pula,” tuturnya.

Pada sesi penutup, Ketua BKMT Medan Amplas memaparkan sejumlah program yang akan terus dikembangkan, di antaranya penguatan majelis taklim tingkat lingkungan, peningkatan kualitas kader dakwah perempuan, pembinaan keluarga sakinah, serta kolaborasi dengan berbagai lembaga keagamaan dan instansi pemerintah.

Kegiatan podcast berlangsung dalam suasana hangat, komunikatif, dan penuh inspirasi. Para peserta dan tim yang terlibat memperoleh banyak wawasan mengenai pentingnya peran majelis taklim dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.

Sebagai bentuk apresiasi, KUA Medan Amplas menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Hj. Khairiah atas kontribusinya sebagai narasumber yang telah berbagi pengalaman, gagasan, dan inspirasi melalui Podcast IKMA Channel.

Melalui program podcast ini, KUA Medan Amplas berharap media digital dapat menjadi sarana edukasi yang efektif dalam menyebarluaskan nilai-nilai keislaman, memperkuat peran lembaga keagamaan, serta mendukung terwujudnya masyarakat Medan Amplas yang religius, harmonis, dan berdaya saing di tengah perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *